Momen Istimewa Kebun Raya Bogor, Rafflesia Arnoldii Tumbuh Pertama Kali Setelah Menunggu 16 Tahun

Di area koleksi jenis-jenis tumbuhan pemanjat setelah menanti 16 tahun lamanya, tanaman endemik bunga Rafflesia arnoldii mekar pertama kalinya.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Bunga Raflesia Arnoldi yang muncul pertama kali setalah menunggu 16 tahun lamanya, Rabu (14/9/2022). TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Hari ini, Rabu (14/9/2022) nampaknya menjadi hari istimewa bagi Kebun Raya Bogor (KRB).

Di area koleksi jenis-jenis tumbuhan pemanjat (climber) setelah menanti 16 tahun lamanya, tanaman endemik bunga Rafflesia arnoldii mekar untuk pertama kalinya.

Bunga endemik asal Sumatera ini kini bisa dijumpai di KRB untuk pertama kali.

Periset dan Kurator Koleksi Rafflesia di Kebun Raya Bogor Sofi Mursidawati menyatakan bahwa jenis Rafflesia yang mekar merupakan Rafflesia arnoldii R. Br dan baru pertama kali mekar sebagai hasil budidaya di Kebun Raya Bogor

"Hari ini hari yang cukup istimewa karena ada Rafflesia arnoldii yang mekar pertama kalinya di KRB. Meskipun diameternya tidak lebih 60 cm, namun jenis ini sudah dapat dipastikan adalah Rafflesia arnoldii R. Br," ujar Sofi saat dijumpai di KRB.

Upaya konservasi Rafflesia arnoldii R. Br di luar habitatnya (secara ex situ) sejak tahun 1818 belum membuahkan hasil.

Pada tahun 2006 peneliti Rafflesia arnoldii Kebun Raya Bogor melakukan upaya menumbuhkan biji Rafflesia arnoldii R. Br asal Bengkulu di vak. XVII yaitu koleksi jenis-jenis tumbuhan pemanjat (climber) termasuk di dalamnya terdapat 7 spesies tetrastigma, yang merupakan inang Rafflesia.

Setelah 16 tahun sejak upaya menumbuhkan, pada awal September 2022 muncul beberapa knop bakal bunga yang salah satunya mekar pada 12 September 2022.

Bunga Raflesia Arnoldi yang muncul pertama kali setalah menunggu 16 tahun lamanya, Rabu (14/9/2022).
Bunga Raflesia Arnoldi yang muncul pertama kali setalah menunggu 16 tahun lamanya, Rabu (14/9/2022). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

"Penelitian ini berawal dari tahun 2006 sebetulnya. Tetapi, 2006 pun saya melanjutkan penelitian yang terdahulu Botanis Belanda yang pernah berdiam di Bogor tahun 1850 an penelitian ini sudah dilakukan sebetulnya," ungkapnya.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved