Ogah Tanggapi Kasus Rocky Gedung VS Sentul City, Kepala BPN Bogor Minta Warga Pertahankan Tanahnya

Yan Septedyas ogah menaggapi kasus sengketa tanah antara Rocky Gerung dan Sentul City yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas meminta kepada masyarakat agar dapat mempertahankan hak tanahnya yang ada di kawasan Sentul City, Rabu (14/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta agar masyarakat dapat memperjuangkan hak tanahnya yang ada di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. 

Disisi lain, Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas ogah menaggapi kasus sengketa tanah antara Rocky Gerung dan Sentul City yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu.

"Oh nggak, nanti ya nanti aja," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, di halaman parkir, Kebun Cucating, Babakan Madang, Rabu (14/9/2022).

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat jangan menganggap tanah itu hanya sebagai komoditi atau barang dagangan, tetapi anggap tanah itu sebagai sesuatu yang sakral.

"Kalau kita berbicara tumpang tindih BPN itu menerbitkan sertifikat dari tahun 1960, saat itu belum ada teknologi GPS, dan GPS itu dikenal oleh BPN tahun 1970," ucapnya.

Menurutnya, dari tahun 1960 hingga 2002 sudah terhitung jutaan sertifikat yang terbit secara konvensional kepada masyarakatdari BPN.

"Jadi bila ada potensi tumpang tindih itu berati memang ada seperti itu, tetapi kami ingat, di kantor BPN ini kami sudah berusaha untuk mereduksi tentang adanya tumpang tindih ini," tegasnya. 

Bila hal seperti itu, solusinya adalah melalui pendekatan secara klinis dan mengecek lokasinya betul atau tidaknya, yang di mana jangan sampai ada sertifikat yang mengaku-ngaku tanahnya.

Untuk saat ini, pihak ATR/BPN masih melaksanakan IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah), yang di mana proses tersebut masih belum selesai sepenuhnya.

Untuk targetny IP4T ini direncanakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

Yan Septedyas menambahkan bahwa trget tersebut dapat terselesaikan bila semuanya sudah beres.

"Tapi kan permasalahannya sangat kompleks, yang bekerja ini IP4T dari BPN, Pemkab, Forkopimda, Kepolisian, Kejaksaan dan Kodim, kita mendata tanah orang yang menguni beberapa orang, jadi prosesnya nggak langsung, harus bertahap ada tahapannya," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved