IPB University

Upaya Selamatkan Satwa Punah, IPB University Undang Peneliti dari Queen Mary University London

Untuk menyelamatkan populasi satwa ini diperlukan riset dan teknologi yang terbarukan dengan mengundang peneliti dari Queen Mary University of London.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-23 dengan tema “Conservation Genomics”. egiatan mengundang peneliti dari Queen Mary University of London, United Kingdom (UK), Sabhrina Gita Anita MSc. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Semakin cepatnya perubahan zaman dan kuatnya dampak perubahan iklim, menyebabkan keseimbangan ekosistem terguncang.

Populasi berbagai jenis satwa yang tergolong punah dan hampir punah kian terancam.

Untuk menyelamatkan sisa populasi satwa ini diperlukan riset dan teknologi yang terbarukan. Salah satunya melalui konservasi genomik dengan memanfaatkan keilmuan bioinformatika.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-23 dengan tema Conservation Genomics, baru-baru ini.

Kegiatan mengundang peneliti dari Queen Mary University of London, United Kingdom (UK), Sabhrina Gita Anita MSc.

“Konservasi merupakan tanggung jawab moral manusia atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh berbagai aktivitas manusia. Harapannya, dengan terkonservasinya satwa, ekosistemnya turut terkonservasi,” ujarnya.

Sabhrina melanjutkan, keragaman genetik, utamanya, sangat penting bagi kelangsungan hidup satwa di masa depan.

Biologi konservasi membutuhkan informasi genetik yang luar biasa banyak, sehingga bidang bioinformatika sangat membantu menggali informasi ini. Konservasi genetika ini akan berguna untuk menjaga keragaman genetik yang ada.

“Contoh-contoh kerja genomik untuk konservasi di antaranya filogeografi dan sejarah regionalnya, struktur populasi dan aliran gen, serta inbreeding dan beban mutasi. Kebutuhan akan data genetik ini utamanya untuk meningkatkan aliran gen akibat hayutan genetik. Terlebih data genetik satwa Indonesia terbilang masih sedikit,” imbuhnya.

Salah satu contoh penelitian di bidang bioinformatika, sebutnya, adalah untuk memperoleh marka genetik suatu jenis satwa melalui sekuensing Deoxyribonucleic Acid (DNA).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved