Info BPJS Kesehatan

Andalkan Pengobatan Gratis, Mumun Sebut JKN Itu Kartu Ajaib

Mumun bersyukur iuran BPJS Kesehatan dibayarkan pemerintah pusat sehingga bisa berobat secara gratis.

istimewa/Jamkesnews
Mumun Maemunah, peserta program JKN, terdaftar dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mumun Maemunah (64) mengandalkan program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) untuk mengatasi biaya pengobatan kesehatannya.

Wanita yang berprofesi sebagai tukang pijat ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program JKN.

Ditemui sedang menunggu antrean berobat poli lansia di Puskesmas Ciawi, Mumun Maemunah, warga asal Babakan Kabupaten Bogor menceritakan kepada tim Jamkesnews keluhan sakit saraf kejepit yang dideritanya.

“Namanya juga sudah sepuh jadi makin banyak aja keluhan yang dirasa, apalagi saya masih aktivitas setiap hari. Rencananya saya mau terapi rujukan ke Rumah Sakit Ciawi karena sakit saraf ini sangat menghambat kerjaan saya. Saya dan keluarga terdaftar gratis dari segmen dengan iuran dibayar penuh oleh pemerintah pusat. Alhamdulillah punya kartu ajaib yang sangat membantu, jadi saya kalau sakit gak takut lagi untuk berobat ke dokter,” ujar Mumun Maemumah beberapa waktu lalu.

Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementrian Sosial membuat Mumun dan keluarga terdaftar dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN.

Ia bersyukur iurannya dibayarkan pemerintah pusat karena baginya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit.

Sebagai tulang punggung keluarha di usia senjanya Mumun bersyukur masih diberikan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan suami yang sedang sakit dan anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Kalau pemerintah gak ada Program JKN, saya gak tahu harus bawa suami dan anak saya kemana untuk berobat. Penghasilan hasil mijit tidak menentu dan biaya berobat semakin mahal apa lagi anak saya yang dari lahir sudah butuh pengobatan. Tidak seperti anak lainnya, anak saya berusia 27 tahun tidak bisa jalan. Saya rutin sebulan 2 kali mengantar anak saya terapi, alhamdulillah sudah ada kemajuan dan rangkaian pengobatan ditanggung penuh Program JKN,” katanya.

Selama mendapatkan layanan kesehatan dengan menggunakan jaminan Program JKN, Mumun merasa puas dengan layanan yang ia dan keluarga dapatkan.

Dari awal terdaftar gratis kelas 3 segmen PBI APBN tidak membuat ia merasa dibedakan dalam pelayanan, melainkan ia merasa seperti mendapatkan pelayanan mahal karena anaknya rutin mendapatkan terapi saraf.

Ia berterima kasih hadirnya program JKN sebagai satu-satunya yang diandalkan sebagai jaminan kesehatan di masa tua untuknya dan keluarga.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved