IPB University

IPB University Menuju Menuju Sustainable University, Rektor Arif Satria Beberkan Strateginya

Sustainable university utamanya mementingkan keberlanjutan generasi selanjutnya di masa depan, mengikuti tantangan industri 4.0.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Menurut Prof Arif Satria, Rektor IPB University, perguruan tinggi ke depannya mau tidak mau harus bercirikan smart university, sustainable university dan entrepreneurial university. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dunia menghadapi berbagai tantangan. Terutama perubahan iklim yang berdampak pada krisis pangan, sosial ekonomi, kemiskinan hingga kesehatan.

Perguruan tinggi memiliki peran untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan ini, dimulai dari lingkungan kampus itu sendiri.

Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan tantangan perubahan iklim ini dibarengi dengan tantangan lain yakni industri 4.0, sosio-ekonomi dan krisis perang Rusia-Ukraina.

Namun green challenges saat ini telah menjadi komitmen bersama oleh hampir semua negara. Contohnya Korea Selatan dengan komitmennya menyatukan green dan digital challenges, sehingga upaya menghadapi tantangan ini menjadi keniscayaan.

“Oleh karena itu, perguruan tinggi ke depannya mau tidak mau harus bercirikan smart university, sustainable university dan entrepreneurial university. Tiga aspek ini harus kita perkuat,” ujarnya dalam Lokakarya UI GreenMetric untuk Wilayah Indonesia Barat 2022 yang digelar oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, (13/9).

Ia menekankan bahwa sustainable university utamanya mementingkan keberlanjutan generasi selanjutnya di masa depan.

Komponen-komponen kampus berkelanjutan ini meliputi pembelajaran dan kurikulum, riset dan beasiswa yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kearifan lokal, mendukung pengabdian kepada masyarakat yang menjunjung lingkungan, operasi kampus yang mempraktikan aspek berkelanjutan, kolaborasi bersama masyarakat dan asesmen serta pelaporan yang berkelanjutan.

Model klasifikasi perguruan tinggi yang berkelanjutan, menurutnya, akan sangat ideal bila sudah berada pada level sustainable society.

“Ini adalah sebuah gambaran organisasi yang ideal karena persoalan lingkungan sudah menjadi concern masyarakat luas. Barangkali kita masih berada di level environmental management menuju sustainable university,” tandasnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan level organisasi perguruan tinggi ke tingkat selanjutnya, perlu meningkatkan juga level engagement-nya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved