IPB University

Naikkan Kapasitas UMKM Ponorogo, Mahasiswa IPB University Latih Warga Olah Jahe jadi Minuman Instan

Komoditas jahe dipilih karena keterserapannya di pasar yang rendah dan hanya dimanfaatkan secara subsisten oleh masyarakat Desa Jurug Ponorogo.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan program Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Jurug. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masyarakat Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo mayoritas berprofesi sebagai petani.

Selain bekerja sebagai petani di lahannya sendiri, banyak masyarakat desa yang juga memiliki usaha mikro.

Masyarakat Desa Jurug masih menghadapi beberapa kendala seperti pengolahan komoditas unggulan desa dan kekurangan pengetahuan terkait sertifikasi usaha.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan program Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Jurug.

Program ini terdiri atas dua subprogram meliputi Pelatihan Pengolahan Jahe Instan dan Sosialisasi Sertifikasi Usaha: NIB (Nomor Induk Berusaha), Sertifikat PIRT (Pangan Izin Rumah Tangga) dan Sertifikat Halal.

“Kegiatan Pelatihan Pengolahan Jahe Instan dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan juga keterampilan masyarakat terkait berbisnis jahe instan.

"Komoditas jahe dipilih karena keterserapannya di pasar yang rendah dan hanya dimanfaatkan secara subsisten oleh masyarakat Desa Jurug,” ujar Rudi Triyono, mahasiswa IPB University.

Ia menjelaskan bahwa subprogram ini meliputi kegiatan presentasi, demo, dan praktik secara langsung dari aspek pengolahan, manajemen usaha, dan pengemasan yang menyasar kelompok PKK Desa.

Pelatihan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Kegiatan pertama dengan tema aspek pengolahan minuman jahe instan.

"Kegiatan kedua dengan tema aspek pengemasan dan manajemen usaha minuman jahe instan. Kegiatan ketiga, peserta diajak untuk melakukan uji coba usaha dengan membuat 50 kemasan minuman jahe instan,” imbuhnya.

Sementara itu, tambahnya, kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Usaha dilakukan dengan tujuan memberi pemahaman kepada pemilik UMKM di Desa Jurug akan pentingnya sertifikasi usaha untuk keberlanjutan bisnis.

Sosialisasi dilakukan secara door to door di setiap UMKM.

Bukan hanya sosialisasi semata, pemilik UMKM juga didampingi dalam pembentukan NIB dan PIRT.

“Dengan adanya program Penguatan UMKM ini, kami tim berharap UMKM di Desa Jurug dapat berkembang usahanya dari tahun ke tahun," jelasnya.

Melalui subprogram Pelatihan Pengolahan Jahe Instan, IPB University berharap masyarakat memiliki inovasi produk baru dari yang sudah ada saat ini.
Sedangkan melalui subprogram Sosialisasi Sertifikasi Usaha, diharapkan UMKM Desa Jurug dapat melanjutkan pengajuan sertifikat halal di tahun mendatang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved