Dipahat Manual Lebih dari 10 Tahun oleh Warga, Bukit di Gunungputri Bogor Tinggal Setengahnya

Pemerintah Desa Gunungputri bersama Sejumlah aparat gabungan dari Polsek Gunungputri dan Koramil meninjau lokasi pertambangan batu di Gunungputri.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Pemerintah Desa Gunungputri bersama aparat gabungan meninjau area pertambangan di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, yang di mana alat berat belum dapat izin masuk, Jumat (16/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Pemerintah Desa Gunungputri bersama Sejumlah aparat gabungan dari Polsek Gunungputri dan Koramil meninjau lokasi pertambangan batu di Kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor

Tambang batu berjenis pancir ini dikelola oleh warga-warga sekitar pertambangan, yang tepatnya di RT 2/8 Desa Gunungputri

Ketua RW 8, Wawan mengatakan bahwa tambang ini dikelola oleh warga sekitar, untuk kebutuhan ekonomi wrga dan desa.

"Ini dipahatnya manual dari dulu, gak boleh kalo pake alat berat izinnya belum ada," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya, alat berat untuk tambang batu ini sudah ada, tetapi belum bisa masuk dan dipergunakan, karena perizinannya belum didapatkan. 

Bahkan, sebelumnya pada area tambang batu pancir ini merupakan sebuah bukit bebatuan yang cukup besar.

Tetapi, dalam kurun waktu sepuluh tahun, bukit batu tersebut kata Wawan sudah habis lebih dari separuhnya.

Wawan mengungkapkan bahwa pada kunjungannya ini, tidak menghentikan kegiatan tambang, melainkan hanya meninjau lokasi pertambangan batu saja.

"Yang di-stop itu alat beratnya, gak boleh soalnya, ini tambang juga udah 10 tahun, ada satu bukit yang gak boleh disentuh, soalnya itu pondasi," katanya.

Sebelumnya, alat berat pada tambang ini pernah dicoba, tetapi selalu gagal, dikarenakan kata Wawan batu di pertambangan ini sangat keras, berbeda dari batu tambang yang berada di Rumpin, Kabupaten Bogor

Untuk batu pancir ini, menurutnya akan dijual dan diolah menjadi batu untuk tebingan atau pondasi bangunan. 

"Batu ini beda nggak lembek kayak yang di Rumpin, alat berat aja ancur bornya, makanya mereka pakenya manual," katanya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved