Pergeseran Tanah di Bogor

'Mereka Cuma Bolak-balik Lewatin Kita Aja' Kata Warga Pergeseran Tanah yang Marah Tak Dapat Bantuan

Kemarahan warga dikarenakan sudah lima hari semenjak terjadinya pergeseran tanah, korban tak kunjung mendapatkan bantuan logistik. 

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Warga Kampung Curug RW 15, Kecamatan Babakan Madang, yang terdampak pergeseran tanah, marah kepada anggota BPBD Kabupaten Bogor karena sudah lima hari tidak dapat bantuan logistik, dan menuntut banyak hal agar adanya bantuan, Sabtu (17/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Warga RW 15, Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah, marah kepada sejumlah anggota rescue yang menangani bencana di wilayahnya. 

Kemarahan warga dikarenakan sudah lima hari semenjak terjadinya pergeseran tanah, korban tak kunjung mendapatkan bantuan logistik. 

Salah satu warga Kampung Curug RW 15, yang juga sebagai sesepuh di wilayah setempat, Haji Obi mengatakan bahwa warganya sudah lima hari tidak mendapat bantuan makanan.

"Ya udah lima hari kita warga-warga sini gak dapet makan, bayangin aja mereka (petugas rescue) cuma bolak-balik lewatin kita aja," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (17/9/2022).

Menurutnya, bukan hanya makanan saja yang tidak diberikan petugas penyelamatan kepada warga yang terdampak, tetapi lilin sebagai penerangan warga juga tidak diberikan.

Bahkan, saat adanya kunjungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor, menurutnya tidak memberikan bantuan apapun kepada warga RW 15 yang terdampak.

Haji Obi mengungkapkan bahwa selama lima hari ini, warga-warga di RT 1 dan 2 RW 15, Kampung Curug, untuk makan harus membelinya.

"Kita mah cuma pengen diperhatiin aja lagi keadaan bencana kayak gini, itu yang baju merah sama oren tolong perhatiin jangan lewat-lewat aja," tegasnya. 

Bahkan, saat petugas BPBD Kabupaten Bogor sedang mengontrol lokasi, warga langsung mencegatnya dan menutut hal-hal tersebut. 

Para warga juga meminta kepada petugas BPBD Kabupaten Bogor untuk mendatangkan aparat desa, seperti Kepala Desa dan Camat setempat agar melihat langsung kondisi warganya yang tidak diberikan logistik. 

Sementra itu, Danru Asesment TRC BPBD Kabupaten Bogor, Syam Maulana menjelaskan bahwa kemarahan warga tersebut saat adanya bencana seperti ini sudah diwajarkan.

"Ya pasti kayak gitu mereka, soalnya tingkat emosi warga yang terkena bencana itu bakal meningkat di hari ke lima, tujuh dan 14," katanya.

Bahkan, kata Syam Maulana hal itu juga merupakan sebuah kesalahpahaman warga antara pihak BPBD Kabupaten Bogor

Seharusnya, menurutnya warga sudah diberikan informasi mengenai logistik oleh ketua RT atau RW dari perwakilan warganya yang terdampak dalam penyaluran bantuan logistik. 

"Harusnya udah dikasih tau sama RT-nya kan kemarin ikut rapat, berati misskomunikasi itu," katanya.

Logistik ini, setiap harinya diberikan dua kali dalam satu harinya.

"Kalo yang ngurusin logistik kayak gitu ya bukan kita, kita cuma mendata aja berapanya, biar semua warga dapat logistik, dan yang kasihnya itu ada bagiannya lagi, nanti perwakilan dari RT datang ke tenda buat ambil logistik sesuai data," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved