Pergeseran Tanah di Bogor

Terancam Jadi Kampung Mati, Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Bojong Koneng Bogor Pilih Bertahan

Sejumlah warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah memilih untuk tidak mengungsi.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Sejumlah warga Kampung Curug RW 15, Kecamatan Babakan Madang Bogor, yang terdampak pergeseran tanah memilih untuk tidak mengungsi, dikarenakan keyakinannya akan bencana yang tidak akan terjadi kembali, Sabtu (17/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Sejumlah warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah memilih untuk tidak mengungsi dan tetap tinggal di kediamannya.

Salah satu warga Kampung Curug RW 15, yang juga sebagai sesepuh warga, Haji Obi mengatakan bahwa warga RT 2 dan 2 dari RW 15 memilih untuk tidak mengungsi ke lokasi pengungsian.

"Kami masih yakin masih percaya kalo emang ke depannya gak akan kejadian apa-apa lagi, makanya kita masih disini," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (17/9/2022).

Keyakinannya ini, kata Haji Obi bukan karena tempat tinggal atau kebun yang menjadi tempat bekerjanya berada di lokasi bencana, melainkan hanya para warga meyakini akan tidak adanya lagi bencana selanjutnya. 

Bahkan, menurutnya sumber penghasilan warga sekitar rata-rata dari berkebun atau petani lokal, yang di mana area perkebunannya berada di lokasi yang tanahnya bergeser. 

Haji Obi mengungkapkan bahwa ada juga beberapa warga yang terdampak yang ikut mengungsi.

"Tapi itu bukan warga dari RW 15 tapi warga dari RW 9, kalo RW 9 itu nggak terlalu parah terdampaknya, yang parah itu di RT 1 sama 2 disini di RW 15," katanya.

Dengan kondisi di wilayah kediamannya yang tanahnya bergeser ini, ia pun tidak merasa takut dengan keadaan sebagian rumah warga dan ruas jalanan yang tampak porak poranda akibat bencana ini.

Sebelumnya, pihak BPBD Kabupaten Bogor bersama anggota rescue lainnya sudah menyarankan dan memberikan tempat-tempat untuk mengungsi di tenda yang berada di lapangan, tidak jauh dengan lokasi bencana. 

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com terlihat beberapa warga yang lokasinya terdampak masih tetap dihuni oleh keluarnya. 

Sementra itu, Danru Asesment TRC BPBD Kabupaten Bogor, Syam Maulana menambahkan bahwa pihaknya sudah memberitahukan kepada warga yang terdampak untuk dapat mengungsi sementara ke lokasi yang sudah disediakan.

"Mereka nggak pindah soalnya masih percaya sama budaya mereka itu, udah kita himbau, kita kasih tau tapi masih tetep nggak mau, tapi kan yang namanya bencana kita nggak tau kapannya," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved