Info BPJS Kesehatan

Curhat Dewi Kehilangan Anak Kesayangan, Terbantu Program JKN untuk Biaya Pengobatan

Dewi peserta JKN, menceritakan pengalamannya menggunakan pelayanan Mobile Customer Service

istimewa/Jamkesnews
Dewi Ningsih (37) seorang ibu rumah tangga di Bojong Udik, Kabupaten Bogor. Seperti tersambar petir mendapat kabar dari seorang kerabat di Jakarta bahwa anak bungsunya dilarikan ke RSUD Kemayoran. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kehilangan buah hati menjadi tamparan keras bagi Dewi Ningsih (37) seorang ibu rumah tangga di Bojong Udik, Kabupaten Bogor.

Seperti tersambar petir di siang hari ia mendapat kabar dari seorang kerabat di Jakarta bahwa anak bungsunya dilarikan ke RSUD Kemayoran.

Ia dan suami yang bekerja menjaga kolam pemancingan di Desa Tarikolot tengah menitipkan anaknya kepada kerabat.

Ia tidak menyangka hari itu menjadi hari perpisahan ia bersama si bungsu.

Di tengah teriknya matahari menunggu pelayanan Mobile Customer Service (MCS) di Desa Tarikolot, Dewi menceritakan pengalamannya memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN).

Sejak hadirnya BPJS Kesehatan bersama Program JKN dari pemerintah pada awal tahun 2014, menyadari biaya kesehatan yang tidak murah ia tidak ragu mendaftarkan dirinya dan keluarga menjadi peserta JKN sebagai perlindungan kesehatan.

“Sebelumnya saya tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga kalau saya atau pun keluarga sakit diusahakan untuk sembuh dengan konsumsi obat-obatan yang dijual bebas di warung atau menjalani pengobatan alternatif. Begitu juga dengan proses kelahiran anak pertama dan kedua saya menggunakan biaya pribadi yang cukup besar bagi saya kala itu. Sejak hadirnya Program JKN saya bersama keluarga langsung daftar dan sekalian untuk persiapan kelahiran anak ketiga,” ujar Dewi Ningsih belum lama ini.

Dengan getir menahan kesedihan yang tidak dapat ditutupi pada raut wajahnya, ia mengenang kepergian sang buah hati.

Baginya setiap mengingat anaknya yang sudah tiada ia sekaligus teringat dengan baiknya pemerintah atas kehadiran Program JKN yang telah membiayai penuh pengobatan anaknya.

Tidak pernah ia bayangkan pelayanan kesehatan yang didapatkan anaknya di rumah sakit selama pengobatan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun.

“Terlindungi jaminan kesehatan sangat berkesan seperti saya mengingat kenangan bersama anak bungsu saya yang meninggal di usia dua tahun. Sebelum terlahir di dunia saya telah mempersiapkan dengan baik kehadirannya begitu pun dengan mempersiapkan jaminan kesehatan sejak dini. Ia bersyukur atas hadirnya Program JKN karena sejak terlahir di Klinik Insani, mengidap sakit kelainan jantung, hingga kembali ke Gusti Allah tidak pernah saya mengeluarkan uang sedikit pun untuk pengobatan si bungsu,” ucap Dewi kepada Tim Jamkesnews.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved