Gara-gara Tanda Merah di Leher Anaknya, Orang Tua di Leuwiliang Bogor Ngadu ke Polisi

Ketua RW setempat, Asep Suherman mengungkapkan, orang tua korban curiga lantaran adanya tanda merah pada leher anaknya.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Asep Suherman, Ketua RW di Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menceritakan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap gadis SMP di wilayahnya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Orang tua dari gadis yang diduga menjadi korban pelecehan seksual di Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengadukan apa yang dialami anaknya kepada pihak kepolisian.

Ketua RW setempat, Asep Suherman mengungkapkan, orang tua korban curiga lantaran adanya tanda merah pada leher anaknya.

"Dugaan karena ada bekas kecupan di leher, keluarga curiganya, disitu penasaran," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (18/9/2022).

Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah ada tindak asusila lainnya yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban.

"Kalau pelaku bilang cuma sebatas itu, makanya mau divisum dulu, nunggu hasilnya keluar," katanya.

Asep Suherman menjelaskan, dari dua gadis yang berada di lokasi saat itu, yang diduga menjadi korban pelecehan seksual adalah salah satunya.

Gadis-gadis tersebut masih duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas delapan.

Saat ini, kata Asep Suherman, dua dari enam pelaku sudah diamankan oleh Polsek Cigudeg.

"Pelakunya yang dua ada di polsek, dari pengakuannya yang satu umur 18 tahun, satunya lagi 20 tahun," ungkapnya.

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved