Polisi Tembak Polisi

Banding Ditolak, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Langsung Pelajari Putusan Banding, Akan Tempuh Langkah Ini

Kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis akan mempelajari lebih dahulu putusan banding yang ditolak tersebut.

Editor: Yudistira Wanne
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pihak Ferdy Sambo menyiapkan langkah hukum lain usai permohonan bandingnya ditolak.

Kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis akan mempelajari lebih dahulu putusan banding yang ditolak tersebut.

"Saya belum dapat infonya, nanti kami akan pelajari dulu putusan bandingnya, pertimbangannya apa," kata Arman dilansir Kompas.com, Senin (19/9/2022).

Setelah mempelajari hasil putusan banding tersebut, baru lah Arman akan mempersiapkan langkah hukum yang selanjutnya.

"Setelah itu baru kami akan melakukan langkah hukum yang diatur dalam perundang-undangan," terang Arman.

Sebelumnya, majelis sidang kode etik dan profesi Polri (KKEP) memutuskan menolak permohonan banding mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo atas putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

"Memutuskan permohonan banding dari pemohon banding Ferdy Sambo Irjen Pol dengan nomor NRP 73020260 jabatan pati Yanma Polri menolak permohonan pemohon banding," kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto saat memimpin sidang banding di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2022).

Dengan begitu, kata Agung, keputusan sidang banding Ferdy Sambo telah menguatkan putusan sidang KKEP yang digelar pada 25 Agustus 2022 lalu, yakni Sambo dipecat sebagai anggota Polri.

Polri telah memastikan bahwa sidang banding mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo atas putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) yang digelar pada hari sudah final dan mengikat.

Baca juga: Banding Ditolak, Ferdy Sambo Langsung Tertunduk, Polri Tegaskan Tak Ada Seremoni Pemecatan

Tak ada seremoni

Sementara itu, Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada seremoni terkait pemecatan atau pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo.

“Tidak ada (seremonial), sudah diserahkan (ke Ferdy Sambo) berarti sudah diberhentikan tidak dengan hormat. Diserahkan saja itu sudah bentuk seremonial,” ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Sambo menjalani Sidang KKEP pada 25-26 Agustus 2022.

Saat itu, Ferdy Sambo menyatakan banding. Hasil sidang memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) atau pemecatan terhadap Ferdy Sambo.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved