Temukan Bercak Darah di Bagian Intim Putrinya, Orangtua di Bogor Syok Dengar Kejadian di Saung

Gadis SMP di Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Asep Suherman, Ketua RW di Desa Cibeber II menjelaskan kejadian dugaan pelecehan seksual terhadap warganya di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor (18/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Gadis SMP di Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Ketua RW setempat, Asep Suherman mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (17/9/2022).

Asep Suherman menuturkan, dua gadis awalnya sedang berkumpul bersama enam orang remaja pria di sebuah saung.

Ia menuturkan, saat itu dua gadis tersebut dibawa ke suatu tempat di wilayah Cengal, Kecamatan Leuwiliang.

Di sana, kata Asep Suherman, I dan M yang masih duduk di bangku kelas VIII itu diberikan minuman beralkohol oleh remaja pria tersebut.

"Katanya dikasih minuman sejenis ciu, kalau yang satu (I) mah minumnya sedikit enggka gimana-gimana jadinya, nah korban yang satu (M) sampai enggak sadar," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (18/9/2022).

Setelah kejadian itu, orangtua M pun mencari para lelaki yang membawa putrinya tersebut.

Kemudian kata Asep Suherman, dua dari enam terduga pelaku dibawa ke Polsek Cigudeg oleh warga.

Pasalnya, orang tuakorban tidak terima putrinya dibuat tidak sadar karena pengaruh alkohol ditambah adanya tanda-tanda dugaan tindak asusila kepada anaknya.

"Dari pengakuan pelaku cuma sebatas minum, bergaul seperti itu (kecup leher), cuma buat ke arah sana (pelecehan) dia belum ngaku," ungkapnya.

Bahkan, kata Asep Suherman, orangtua korban melihat adanya bercak darah pada kemaluan korban, namum belum bisa disimpulkan asal-usul bercak darah tersebut.

Khawatir dengan keadaan putrinya yang ditemuinya dalam kondisi tak biasa, orangtua korban melaporkan kepada unit PPA Polres Bogor dan akan melakukan visum.

Asep Suherman mengatakan, hingga minggu siang, M masih tak sadarkan diri, sehingga belum ada keterangan dari yang bersangkutan.

Sedangkan I, saat itu tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap M, karena I mengaku sudah memiliki firasat tidak enak, sehingga menjauh dari saung dan beralasan ingin mencari sinyal.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved