Ada Aturan Baru, Pasangan yang Menikah di Kabupaten Bogor Turun 15 Ribu

Kementerian Agama Kabupaten Bogor mencatat terjadi jumlah penurunan angka pernikahan selama beberapa tahun terakhir.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kementerian Agama Kabupaten Bogor mencatat terjadi jumlah penurunan angka pernikahan selama beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut dikarenakan adanya undang-undang nomor 16 tahun 2019 yang mengatur minimal usia pernikahan menjadi 19 tahun.

"Jadi yang akan menikah itu baik calon suami maupun calon istrinya harus berusia 19 tahun," ujar Kasi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Enjat Mujiat kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (20/9/2022).

Peraturan tersebut, kata Enjat Mujiat, bertujuan untuk mencegah stunting dan mencegah banyaknya perceraian.

Kasi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Enjat Mujiat ungkap angka pernikahan di Kabupaten Bogor menurun (20/9/2022).
 
Kasi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Enjat Mujiat ungkap angka pernikahan di Kabupaten Bogor menurun (20/9/2022).   (TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

"Karena untuk pernikahan dibawah umur jiwanya belum siap," katanya.

Dengan kebijakan tersebut, Enjat Mujiat mengungkapkan terjadi penurunan jumlah pernikahan dibanding tahun-tahun sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

"Dari tahun kemarin ada sekitar 40 ribu pasangan, tahun ini masih di angka 25 ribuan, mungkin karena kebijakan itu jadi orang nunggu dulu usianya kan," katanya

Jika dikalkulasi, penurunan angka pernikahan di Kabupaten Bogor turun sekitra 15 ribuan.

Untuk usia rata-rata pernikahan di Kabupaten Bogor, kata Enjat Mujiat diantara usia 22 hingga 23 tahun.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved