Demo Kenaikan BBM Masih Terjadi di Kota Bogor, Masa Aksi Bacakan Tuntutan di Depan Istana Presiden

Kali ini sejumlah masa yang mengatasnamakan dirinya aliansi Cipayung Plus Bogor Raya menggelar demo di depan Istana Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Perwakilan massa Cipayung Plus Bogor yang membacakan pernyataan sikap terkait penolakan kenaikan harga BBM tepat di depan gerbang Istana, Selasa (20/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Demo menolak kenaikan BBM ( Bahan Bakar Minyak ) masih terjadi di Kota Bogor.

Kali ini sejumlah masa yang mengatasnamakan dirinya aliansi Cipayung Plus Bogor Raya menggelar demo di depan Istana Bogor.

Perwakilan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Bogor Raya ini diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), GMNI, KAMMI, IMM, dan beberapa aliansi lainnya membacakan sejumlah tuntannya di depan istana Presiden di Bogor.

Ada empat poin tuntutan mulai dari kembalikan UU Migas dari UU No.22 Tahun 2001 menjadi UU No. 8 Tahun 197, menolak Kenaikan Harga BBM, mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk ikut menandatangani pernyataan Sikap Penolakan kenaikan Harga BBM, serta tunda proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung pada masyarakat, dan mengalihkan ke subsidi BBM.

Kenaikan harga BBM ini menurut perwakilan mahasiswa bisa berdampak negatif bagi melonjaknya inflasi perkenomian nasional.

Oleh sebab, itu Perwakilan massa Cipayung Plus mendesak pemerintah agar mengindahkan tuntutan tersebut.

Sebab jika berkaca sejarah, kenaikan BBM ini bisa berdampak pada kenaikan laju inflasi 

Menurutnya, satu perwakilan Cipayung Plus saat membacakan tuntutannya mengatakan, sejarah mencatat Indonesia pernah menaikkan harga BBM pada Maret 2005 sekitar 30 persen dan dilanjutkan pada Oktober 2005 sekitar 90 persen, memberi dampak inflasi sebesar 17,11 persen.

Pada 2013, bensin mengalami kenaikan sebesar 44,4 dan mengakibatkan inflasi mencapai 8,38 persen pada tahun itu.

Pada November 2014, terjadi kenaikan kembali pada harga bensin sekitar 30,8 persen yang mengakibatkan laju inflasi mencapai 8,36 persen.

"Melihat data tersebut, kemungkinan inflasi Indonesia yang pada tahun ini ditargetkan hanya berkisar 2-4 persen, akan membengkak hingga mendekati 8-10 persen," kata dia.

Usai membacakan tuntutannnya didepan polisi dan diterima langsung oleh perwakilan istana Bogor, Cipayung Plud Bogor Raya ini langsung bergerak meninggalkan gerbang Istana Bogor sekitar pukul 16.00 WIB.

Perwakilan Cipayung Plus Bogor ini pun menegaskan, akan segera melakukan aksi besar-besaran ketika tuntutannya ini tidak diindahkan.

Ia pun mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutannya tak direspon oleh pemerintah

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved