'Jangankan Beli, Dikasih Juga Gamau' Curhat Kakek Soal Kampung Cengal Bogor Penghasil Durian Lokal

Sebuah kampung yang berlokasi sekitar 17-20 menit dari Kantor Kecamatan Leuwiliang ini, nampaknya menyimpan suatu cerita yang sangat mendalam bagi Mis

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Buah durian yang dihasilkan sebagai durian lokal dan khas Cengal, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Siang hari, Selasa (20/9/2022) seorang kakek bernama Misad Bakri berusia 78 tahun dengan fasih menceritakan sejarah buah durian yang tersebar di Kampung Cengal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Sebuah kampung yang berlokasi sekitar 17-20 menit dari Kantor Kecamatan Leuwiliang ini, nampaknya menyimpan suatu cerita yang sangat mendalam bagi Misad.

Misad nampaknya masih mengingat betul babak demi babak silsilah kampungnya yang saat ini terkenal dengan kampung penghasil durian lokal.

Mulai dari awal belum terkenalnya durian bahkan sempat diacuhkan, sampai saat ini terkenal ke daerah luar.

Sejarah itu dimulai dari masyarakat yang seolah acuh terhadap buah durian yang melimpah di kampungnya.

"Jadi, awal banyaknya memang tahun 1950 an. Bahkan, pohon duriannya sudah ada sejak jaman penjajajahan. Tapi, boro-boro mau beli, dikasih pun orang tidak mau," kata Misad saat dijumpai TribunnewsBogor.com di kediamannya.

Bahkan, di dalam ingatannya, buah durian yang banyak itu, hingga mencapai ratusan.

"Ada sekitar 100-300 buah. Tapi, ya gitu. Tidak ada yang peduli," ungkapnya.

Ketidak pedulian masyarakat terhadap buah yang dihasilkan di kampungnya sendiri membuat salah satu 'Karuhun' kampung merasa putus asa.

Halaman
1234
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved