Pergeseran Tanah di Bogor

Kurang Perhatian, Warga Bojong Koneng Korban Pergeseran Tanah Goyong Royong Buat Akses Jalan

menurutnya warga-warga Kampung Curug RW 9 dan RW 15 yang terdampak bergotong royong untuk membuat akses jalan tersebut. 

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah membuat akses jalan menuju ke perkampungannya untuk aktivitas warga yang hendak keluar masuk menggunakan kendaraan di perkampungan, Rabu (21/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah membuat akses jalan kendaraan menuju ke perkampungannya.

Salah satu warga Kampung Curug RW 15 yang terdampak, Haji Obi mengatakan bahwa pada hari Senin (19/9/2022) lalu membuat akses jalan menuju ke perkampungannya.

"Tadinya jalan motor cuma lewat jembatan kecil dari kayu aja, soalnya jembatan besarnya rusak, sama sekali nggak bisa dilewatin," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (21/9/2022).

Pada hari Senin kemarin, menurutnya warga-warga Kampung Curug RW 9 dan RW 15 yang terdampak bergotong royong untuk membuat akses jalan tersebut. 

Bahkan, akses jalan ini juga dibuat dengan menggunakan batu-batu besar yang ditimbun oleh tanah.

Haji Obi mengungkapkan bahwa para warga sudah geram selama tujuh hari warga-warga yang terdampak kurang mendapatkan perhatian. 

"Abisnya nggak dibener-benerin, kita minta ke petugas tapi tetep aja nggak ada, kalo sekarang Alhamdulillah biar kata maksain juga tapi satu mobil udah bisa masuk ke perkampungan," katanya. 

Selain itu, menurutnya masih banyak warga-warga yang tinggal di wilayah pergeseran tanah, yang di mana banyak warga yang masih menjalankan aktivitasnya. 

Ia menambahkan bahwa di Kampung Curug ini tidak banyak warga yang menjalankan aktivitasnya di luar perkampungan. 

"Kasian kan mereka kalo yang mau keluar, yang kerja, sekolah akses jalannya kayak gitu, tapi sebagian besar rata-rata watga kampung ini emang petani," jelasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved