Musim Durian Diburu Pembeli, Petani di Cigudeg Bogor Raup Omzet Capai Rp 6 Juta Sehari

Petani durian di Kampung Ciemas, Cigudeg Bogor turut diburu para pembeli yang berdatangan ke kawasan 'Kampung Durian' di momen musim durian 2022.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pak Sayuti, petani durian di Kampung Ciemas, RT 04/01, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Selain kawasan Kecamatan Rumpin, petani durian di Kampung Ciemas, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor turut diburu para pembeli yang berdatangan ke kawasan 'Kampung Durian' di momen musim durian 2022 ini.

Salah satunya adalah Pak Sayuti, petani yang memiliki sekitar 20 pohon durian di tanah kebunnya yang masing-masing pohon bisa menghasilkan sekitar 100 buah durian.

"Sejauh ini durian yang sudah terjual kurang lebih dari 1.000 buah," kaya Sayuti kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (20/9/2022).

Sayuti yang sudah 20 tahun bertani durian ini mengatakan, dulunya dia menjual durian di Pasar Parung.

Kemudian ketika dia menjual durian di rumah dekat kebunnya langsung, pembelinya tetap ramai berdatangan.

"Sekarang udah pada dateng ke rumah aja, yang dari Parung, Depok, Kota Bogor, Tangerang, Pandeglang, Serang, Bekasi alhamdulillah pada datang," kata Sayuti.

Durian milik Pak Sayuti, petani durian di Kampung Ciemas, RT 04/01, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Durian milik Pak Sayuti, petani durian di Kampung Ciemas, RT 04/01, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Paling banyak, Sayuti mampu menjual durian sebanyak 150 buah dalam sehari ketika pembelinya tengah ramai.

Durian yang Pak Sayuti jual ini berbagai macam, mulai dari durian simerah, sikuning, sibarokah, simontong, simanalagi, sibelimbing dan yang lainnya.

Harganya bervariatif mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 150 ribu per buah tegantung ukuran dan kondisi.

"Omzet sehari alhamdulillah ada Rp 2 juta, Rp 3 juta, sampai Rp 6 jutaan lah," kata Sayuti.

Dalam penjualannya, kata Sayuti, selain pembeli biasa, dia juga menerima pembelian borongan dengan jumlah banyak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved