Soal Mafia Tanah di Kabupaten Bogor, ATR/BPN Angkat Tangan: Kalau Penjualnya Lari Ya Berarti Musibah

Kementerian ATR/BPN akhirnya angkat suara soal mafia tanah yang kerap menjadi polemik pada beberapa waktu ini di wilayah Kabupaten Bogor. 

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas meminta agar masyarakat selalu menjaga dan mempertahankan tanahnya dari pihak-pihak yang dikatakan sebagai mafia tanah dan tanah kepemilikan masyarakat harus disertifikasi serta terdaftar di BPN, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional ( ATR/BPN) akhirnya angkat suara soal mafia tanah yang kerap menjadi polemik pada beberapa waktu ini di wilayah Kabupaten Bogor

Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas mengatakan bahwa hila berbicara mafia, berarti itu adanya suatu sindikasi.

"Kalau zaman dulu ada orang yang menguasai seperti judi minuman keras dan lainnya itu namanya mafia," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (21/9/2022).

Bila ada permasalahan dalam hal tersebut, kata Yan Septedyas masyarakat akan menyebutnya dengan kata mafia.

Tetapi, sebetulnya masyarakat itu sendiri harus diberikan suatu edukasi, yang di mana harus dilihat terlebih dahulu apa permasalahannya.

Yan Septedyas mengungkapkan bahwa permasalahan masyarakat tersebut apakah mengenai masalah perdataan atau pidana, yang di mana jangan langsung menyebut mafia.

"Ada masyarakat yang tertipu saat beli tanah, jadi gini saya mengedukasi masyarakat, makanya pembeli beretikad baik itu harus hati-hati, harus dicek semuanya ke BPN juga," jelasnya. 

Bila sudah terjadi seperti itu, masyarakat yang tertipu menurutnya bisa menuntut sang penjualnya. 

Bahkan, Yan Septedyas pun menegaskan kepada masyarakat agar tanah-tanah yang dimilikinya harus selalu dijaga.

Biarpun nantinya ada yang mencoba untuk masuk, pihak yang terlibat nantinya harus memiliki sertifikasi dan harus terdata di BPN.

"Kalo udah lari penjualnya yaudah lah musibah berati," katanya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved