Penampakan Proyek Mangkrak Miliaran Rupiah Pemkab Bogor, Pengamat : Buang-Buang Anggaran

Proyek ini adalah proyek pembangunan Hotel Sayaga yang berlokasi di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Hotel Sayaga, hotel yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/9/2022).   

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Salah satu proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang mangkrak setelah memakan dana hingga puluhan Miliar Rupiah.

Proyek ini adalah proyek pembangunan Hotel Sayaga yang berlokasi di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (22/9/2022), proyek pembangunan hotel ini bentuknya sudah tampak terlihat cukup megah.

Bangunan bertingkat terlihat tinggi menjulang dengan setidaknya memiliki lebih dari lima lantai.

Meski begitu, disekilingnya masih terpasang pembatas yang menutup rapat area proyek berupa seng dan triplek yang sudah tampak usang.

Hotel Sayaga ini merupakan hotel bintang tiga milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Kabupaten Bogor PT Sayaga Wisata yang mulai dibangun sejak tahun 2017 lalu.

Pembangunannya sempat ditargetkan selesai pada tahun 2019, namun ternyata meleset dari target.

Kemudian sempat dikabarkan kembali akan mulai beroperasi pada Juli 2022, namun sampai September 2022 ini hotel tersebut masih tertutup rapat pembatas proyek.

Selain itu, pada Agustus 2022 kemarin wilayah hotel ini juga malah terendam banjir ketika diguyur hujan deras.

Pengamat Kebijakan Politik dari Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi menyayangkan jika proyek pembangunan ini terus mangkrak sampai bertahun-tahun.

Perusahaan BUMD ini, kata dia, telah mendapatkan beberapa kali suntikan dana anggaran dari pemda dalam pembangunannya.

"Artinya perusahaan ini kan malah membuang-buang anggaran, berarti ada kerugian negara,” kata Yusfitriadi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (22/9/2022).

Yusfitriadi mengatakan, sejak awal dirinya tidak setuju dengan adanya pembangunan hotel tersebut karena pembangunannya tidak jelas, mulai dari konstruksinya, desain, unjuk waktu dan keterbukaan anggaran.

Sehingga hal itu memunculkan kecurigaan jangan-jangan ada malpraktek dalam anggaran.

“Makanya saya meminta Pemkab Bogor untuk membentuk kembali evaluasi Hotel Sayaga yang sudah bertahun-tahun belum juga selesai,” ungkap Yusfitriadi.
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved