Polbangtan Bogor

Punya Sapi Unggulan, Polbangtan Bogor Optimis Bisa Mengatasi Kebutuhan Daging Nasional

mahasiswa jurusan peternakan dituntut untuk praktik secara langsung bersama hewan-hewan ternak.

Istimewa/Polbangtan Bogor
Polbangtan Bogor mengembangbiakan, 4 ekor sapi Belgian Blue hasil Embrio Transfer (ET) yang salah satunya diberi nama Puntodewo. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hadir sebagai pelaksana pendidikan vokasi lingkup Kementerian Pertanian (Kementan),  Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus berupaya  mencetak petani-petani milenial yang dapat meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Berlokasi di Jawa Barat, Polbangtan Bogor memiliki 2 jurusan, yaitu Jurusan Pertanian yang berlokasi di Kampus Cibalagung, Kota Bogor dan Jurusan Peternakan yang berlokasi di Kampus Cinagara, Kabupaten Bogor.

Jurusan Peternakan sendiri terdiri dari 2 program studi, yaitu Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan serta Prodi Kesehatan Hewan.

Dimana dalam proses pembelajarannya, mahasiswa jurusan peternakan dituntut untuk praktik secara langsung bersama hewan-hewan ternak.

Jurusan peternakan membudidayakan sapi Belgian Blue sejak tahun 2018. 

Saat ini ada 4 ekor sapi Belgian Blue hasil Embrio Transfer (ET) yang salah satunya diberi nama Puntodewo.

Ada juga 4 ekor pedet sapi Belgian Blue hasil kawin alam (silang) dengan sapi betina Friesien Holsten (FH) Peranakan Ongel (PO).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa pengelolaan pertanian termasuk didalamnya peternakan saat ini harus dilakukan dengan melibatkan inovasi teknologi.

“Seperti diketahui bahwa penggunaan teknologi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas karena kapasitas dan kemampuan tenaga kerja semakin meningkat.
Teknologi juga akan mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang bisa digunakan untuk masa saat ini maupun masa yang akan datang. Kemajuan sektor pertanian dimasa mendatang sangat ditentukan oleh kemampuan suatu negara menghasilkan produk-produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan, melalui inovasi teknologi," ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Kementan memiliki program utama yakni Peningkatan Produktivitas Produk Pertanian, Komoditas tanaman pangan, Tanaman Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved