Bikin Petugas Kewalahan, Ini Momen Wanita Emas Mengamuk Saat Diciduk Kejagung Soal Kasus Korupsi

Mischa Hasnaeni Moen (MHM) alias wanita emas histeris saat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Editor: Vivi Febrianti
Tangkap layar Kompas.tv
Hasnaeni alias wanita emas berontak ketika sejumlah petugas hendak membawanya ke penjara usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, Kamis (22/9/2022) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mischa Hasnaeni Moen (MHM) alias wanita emas ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penggunaan dana PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020.

Hasnaeni yang dikenal sebagai wanita emas ini langsung ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Salemba cabang Kejagung terhitung mulai 22 September sampai 11 Oktober 2022 oleh Penyidik Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung

Hasnaeni diketahui sebagai Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical

Hasnaeni yang sudah mengenakan rompi tahanan kejaksaan ini terus menolak, saat dimasukkan ke mobil.

Petugas sempat kewalahan dan terpaksa mengangkat tubuh Hasnaeni agar dapat dimasukkan ke dalam mobil.

Baca juga: Ngotot Jadi Ketum Demokrat di KLB, Wanita Emas Ungkap Dendam Pada AHY : Saya Digunting Dalam Lipatan

Perempuan yang sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu ini, menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada tahun 2016 sampai dengan 2020.

Selain Hasnaeni Kejagung juga menetapkan dua tersangka lain, yakni mantan Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS), serta Kristiadi Juli Hardianto (KJH) selaku pensiunan Waskita Beton Precast. 

Sama seperti Hasnaeni, tersangka Kristiadi Juli langsung ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari pertama terhitung mulai Kamis (22/9/2022). Sedangkan tersangka Jarot tidak dilakukan penahanan karena tengah menjalani eksekusi yang dilakukan KPK ke Lapas Kelas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan penahanan terhadap tersangka ini merupakan kepentingan penyidik untuk mempercepat penanganan perkara. 

"Penahanan MHM berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor Prin-44/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022. Penahanan KJH berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor Prin-38/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022," ujar Kuntadi saat jumpa pers di Kejagung, Kamis (22/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved