Cerita Siswi Kota Bogor Digerayangi Guru SMP, Tiba-tiba Ditarik ke Lorong, Trauma Kurung Diri 5 Hari

Seorang siswi SMK di Kota Bogor mengalami trauma usai dilecehkan oleh oknum gurunya. Sempat kurung diri di kamar selama 5 hari.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat/Ist
Kuasa Hukum S (15) korban dugaan pelecehan seksual saat memberkan bukti laporan kepolisian yang telah dibuat kliennya, Kamis (22/9/2022) malam. 

Proses administrasi itu dilayani oleh terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut.

Saat itu, S terkejut ketika sang guru tiba-tiba menariknya untuk mendekat.

"Ketika anak ini sudah sampai ke sekolah dan selesai melakukan hal tersebut, tiba-tiba dirinya di tarik oleh oknum pengajar atau pendidik di sekolah tersebut," kata Kuasa Hukum S, Anggi Triana Ismail kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (23/9/2022).

Bukan hanya ditarik, S bahkan diraba-raba bagian tubuhnya oleh pelaku.

"Kemudian di dalam penarikan tangan itu telah terjadi perlakuan cabul yang di mana oknum dari pada pendidik ini memegang bagian anggota tubuh perempuan," ungkapnya.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di SMP Kota Bogor, Tangan Guru Gerayangi Siswi, Ini Kronologinya

Tidak sampai di situ, sambung Anggi, S juga sempat berusaha berontak untuk melawan sang guru.

S sekuat tenaga melawan untuk melepaskan genggaman H, namun usahanya gagal.

H yang tubuhnya lebih besar pun terus memegang organ tubuh S sambil merangkulnya.

Bahkan perbuatan bejat itu terus dilakukan terduga pelaku sambil membawa S ke lorong.

"Pada akhirnya S di bawa ke lantai dasar. Di situ pun dilakukan perbuatan yang sama dan bahkan di sana di sebuah lorong di lantai dasar, perbuatan itu diteruskan," tambahnya.

Setelah berani menceritakan apa yang dialaminya lima hari kemudian, S bersama keluarganya pun melaporkan kejadian itu ke Polresta Bogor Kota, sambil didampingi kuasa hukum, Kamis (22/9/2022).

Kuasa Hukum S (15) korban dugaan pelecehan seksual saat memberkan bukti laporan kepolisian yang telah dibuat kliennya, Kamis (22/9/2022) malam.
Kuasa Hukum S (15) korban dugaan pelecehan seksual saat memberkan bukti laporan kepolisian yang telah dibuat kliennya, Kamis (22/9/2022) malam. (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

"Maksud tujuan kita ke Polresta Bogor kota itu dalam rangka untuk melakukan aduan atau laporan kepolisian atas adanya dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Kuasa Hukum Anggi Triana Ismail saat dijumpai di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis malam.

Pria yang juga sebagai Direktur Eksekutif  Sembilan Bintang and Partner ini menambahan, laporan yang dibuat oleh keluarga S dibuat agar kasus ini segera ditangani.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah diterima dengan baik oleh kepolisian resort Kota Bogor khusus nya unit PPA, dengan gerak cepat kita direspon," ungkapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved