Pergeseran Tanah di Bogor

Tinggal di Tenda Pengungsian, Petugas BPBD Bogor Hingga Warga Bojong Koneng Kini Jatuh Sakit

Cuaca yang tidak menentu menjadikan para pengungsi dan sejumlah anggota rescue pada lokasi pergeseran tanah banyak yang sakit

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Area pengungsian warga yang terdampak pergeseran tanah di Kampung Curug, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, diguyur hujan lebat banyak warga dan anggota rescue yang jatuh sakit, Jumat (23/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Cuaca yang tidak menentu menjadikan para pengungsi dan sejumlah anggota rescue pada lokasi pergeseran tanah banyak yang tidak nyaman hingga jatuh sakit. 

Lokasi pengungsian ini tempatnya tidak jauh dari lokasi pergeseran tanah, yaitu di lapangan bola Kampung Curug RW 9, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Salah satu anggota BPBD Kabupaten Bogor, Asmat mengatakan bahwa banyak para anggota yang sakit saat penanganan bencana disini.

"Ada yang maag, sakit lambung biasa, pusing, meriang, darah tinggi juga ada," katanya kepada TribunnewsBogor.com di tenda BPBD Kabupaten Bogor, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, dengan banyaknya petugas yang jatuh sakit ini diobati dengan obat yang seadanya.

Bahkan, cuaca yang tidak menentu ini hingga banyak yang jatuh sakit, tidak hanya dirasakan oleh para petugas rescue saja, tetapi para warga yang mengungsi juga ikut terkena dampaknya. 

Selain itu, dengan hujan lebat ini membuat lapangan pada lokasi pengungsian menjadi banjir hingga tanah lapangan menjadi lumpur. 

Karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, menurutnya banyak pengungsi yang pindah ke rumahnya di lokasi pergeseran tanah untuk bermalam.

"Kalo tiap ujan emang kayak gitu, kalo disini malem-malem suka ujan juga, sampe banjir kayak gini, dinginnya kayak di Puncak kalo malem disini, apalagi ujan," jelasnya. 

Bahkan, setelah turun hujan di lokasi pengungsian di lapangan Kampung Curug ini juga langsung turun kabut.

Seketika, suhu udara pun langsung terasa dingin di area pengungsian. 

Sementara itu, salah satu pengungsi Kampung Curug, Erna mengatakan bahwa banyak warga-warga yang mengungsi juga yang sakit. 

"Kalo sakit ya diobatinnya pake obat yang ada aja, yang penting makannya masuk, kalo cuaca sama kondisi kayak gini ya wajar aja, panca roba ya kayaknya," katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved