Pergeseran Tanah di Bogor

Warga Korban Pergeseran Tanah di Bojong Koneng Menanti Kepastian Relokasi

Aris Nurjatmiko mengatakan bahwa dari sudut pandang keamanan idealnya warga Kampung Curug yang terdampak ini direlokasi.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Relokasi Kampung Curug, Kabupaten Bogor yang terdampak pergeseran tanah dinantikan oleh warga-warga yang terdampak hingga saat ini, Jumat (23/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang terdampak pergeseran tanah masih menunggu soal wacana relokasi wilayahnya yang masih diperbincangkan oleh pihak BPBD dan Pemerintah Kabupaten Bogor

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan bahwa dari sudut pandang keamanan idealnya warga Kampung Curug yang terdampak ini direlokasi.

"Kalau melihat di Bojong Koneng ini di perbukitan semua ya rata-rata, untuk bagian dalam (Kampung Curug) masih menunggu kajian dari pemerintah daerah juga, intinya yang terbaik," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (23/9/2022).

Untuk para pengungsi ini, kata Aris Nurjatmiko dari DPKPP juga saat ini sedang mengusahakan untuk bisa dikontrakan, sehingga para korban yang terdampak tidak berlama-lama ditempat pengungsian.

Bahkan, hingga hari ini logistik untuk para korban pergeseran tanah masih terbilang cukup aman dan tidak ada kekurangan. 

Aris Nurjatmiko mengungkapkan bahwa relokasi ini diusahakan tidak jauh dari Kampung Curug.

"Tetapi tentunya ditempat yang aman, sehingga barang kali bila ada saudaranya di Kampung Curug ini yang terdampak ini bisa saling membantu," jelasnya. 

Untuk tanggap darurat ini, para petugas rescue yang berada di lokasi bencana, menurutnya akan habis pada tanggal 28 September nanti.

Tetapi hal itu masih bisa diperpanjang, yang di mana melihat kondisi dan kebutuhan saat di lapangan.

"Misalnya dari pihak PUPR masih membutuhkan waktu untuk kontuksi jalan, kemudaian dari DPKPP masih membutuhkan waktu untuk mencari kontrakan," paparnya. 

Dari sisi penganggaran, kata Aris Nurjatmiko tidak ada persoalan dalam tanggap darurat ini.

Lalu, menurut kabar yang beredar juga, rencananya pada Sabtu (24/9/2022) besok, Menteri Sosial, Tri Rismaharini akan datang ke lokasi pergeseran tanah

Sementara itu, salah satu warga Kampung Curug RW 15, Haji Obi menambahkan bahwa dirinya bersama warga-warga lainnya yang terdampak sangat menanti adanya relokasi ini. 

"Kita nunggu, jelas pada mau warga-warga juga, udah dri tiga hari kemaren mau direlokasi tapi belum juga sampai sekarang, kalo itu jadi ya mau," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved