Banyak Dugaan Pungli, Wisatawan Akui Malas Lewat Jalur Alternatif Puncak Bogor

Dugaan pungli ini memang sudah menjadi rahasia umum yang dirasakan oleh para wisatawan yang berlibur ke Puncak Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Spanduk imbauan dari pemerintah dan aparat terkait pungutan liar di kawasan jalur alternatif Puncak Bogor, Minggu (21/8/2022).   

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Soal dugaan pungutan liar ( pungli) di kawasan wisata Puncak Bogor beberapa waktu lalu sempat viral setelah videonya beredar di media sosial.

Dugaan pungli ini memang sudah menjadi rahasia umum yang dirasakan oleh para wisatawan yang berlibur ke Puncak Bogor.

Salah satu wisatawan asal Jakarta Barat, inisial H (24) mengaku bahwa memang banyak yang meminta uang seperti 'pak ogah' di jalan ketika berangkat ke Puncak.

Termasuk ada pula oknum-oknum yang meminta uang dengan cara memaksa.

"Saya gak pernah mau ngasih, tapi kadang ada juga yang maksa," kata H kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (25/9/2022).

Dia mengatakan bahwa soal dugaan pungutan liar di kawasan Puncak Bogor ini sering terjadi ketika memasuki jalur alternatif.

Maka dari itu, dia mengaku enggan berwisata ke Puncak Bogor melintasi jalur alternatif meski pun harus menunggu lama jika terjebak penutupan arus karena one way (sistem satu arah).

Jika nekat melintasi jalur alternatif karena tak sabar terjebak penutupan arus karena one way, wisatawan kendaraan roda empat khususnya bisa merogoh kocek hingga sekitar Rp 100 ribu lebih sekali jalan.

"Belum ojek (joki) Rp 50 ribu minimal, terus verboden kalau Rp 2 ribu gak mungkin, diatas Rp 5 ribu lah karena mobil. Udah jalan, pasti kita dimintain lagi," katanya.

Selain itu, kata dia, ada pula jasa joki atau penunjuk jalan alternatif yang sampai meminta tarif Rp 150 ribu sekali jalan belum termasuk dugaan pungutan liar di perjalanannya.

Adanya one way yang menerapkan sistem buka tutup arus yang terlalu lama, juga menjadi keluhan seperti yang dirasakan H.

H mengaku sudah terjebak penyekatan sampai sekitar 3 jam lebih saat mengarah ke Puncak imbas penerapan one way Puncak arah Jakarta yang diterapkan.

"One way juga ini terlalu lama, dulu kalau gak salah cuma 2 jam. Sekarang kita yang tadinya mau kemana-mana di atas kayaknya nanti ini juga penutupannya dibuka udah kita balik lagi aja ke Jakarta," ungkap H.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved