Jelang Berakhir Masa Jabatan, Bima Arya Fokus Bangun Pusat Kota di Bogor Timur, Ini yang Dilakukan

Bahkan, disaat seperti sekarang dimana masa recovery pandemi, perkembangan kemajuan pusat Kota Bogor saat ini begitu pesat.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya menjelang masa berakhirnya kepemimpinannya di tahun 2023. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jabatan kepepimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.

Beragam program prioritas Kota Bogor saat ini dijanjikan oleh Bima Arya dan wakilnya Dedie A Rachim akan dituntaskan menjelang masa kepemimpinannya berakhir.

Meski tersisa satu tahun lagi, perkembangan kemajuan pembangunan di pusat Kota Bogor disinyalir begitu pesat.

Bahkan, disaat seperti sekarang dimana masa recovery pandemi, perkembangan kemajuan pusat Kota Bogor saat ini begitu pesat.

Bahkan pasca pandemi ini recovery pemulihan ekonomi di Kota Bogor berada di di atas kota-kota lain di Indonesia.

Ketika unit usaha di sektor jasa di beberapa kota gulung tikar, di Kota Bogor malah tumbuh berbagai bisnis jasa baru dibidang restoran, kafe, toko dan sebagainya.

Untuk itu kata dia, di masa-masa injury time ini pihaknya ingin membangun kawasan yang ada di Kota Bogor agar terus berkembang maju.

"Ada rencana memindahkan balai kota ke Bogor Timur. Tentu kita akan membangun pusat kota di sana. Ada pengembangan kawasan bisnis Kedung Halang dan sebagainya, Sekarang kita juga bangun jalur pedestrian bertahap di Pandu raya. Kemudian kita lihat di Ahmad Yani ini potensi untuk kuliner, mulai dari Jambu Dua sampai Air Mancur luar bisa sebelah kiri itu," katanya.

Ke depan, kata dia, Pemkot Bogor pun akan kembali membangun pedestrian.

Meski sempat beberapa kali menerima kritikan, pembangunan pedestrian ini akan dilakukan guna memberikaan manfaat bagi pengembangan kota.

"Ini adalah untuk membuat stimulan pembangunan ekonomi di zona-zona itu. Di Pandu Raya, di Ahmad Yani  dan jalan-jalan lain," katanya.

Pembangunan itu dilakukan kata Bima Arya, untuk mengantisipasi pemindahan Ibu Kota Jakarta.

Karena menurutnya jika ibu kota berpindah maka Kota Bogor harus memiliki daya tarik yang lebih.

"Kota Bogor akan terdampak pemindahan ibu kota. Bimtek, workshop, seminar akan lebih berkurang. Makanya kita harus lebih seksi lagi untuk destinasi wisata, perdagangan dan sebagainya. Makanya itulah keuntungan, makanya kita betul-betul mendorong itu," tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved