Pasca Harga BBM Naik, Penjual Oleh-oleh Puncak Bogor Akui Alami Penurunan Pembeli

Penjual oleh-oleh mengaku mengalami penurunan omzet pasca kenaikan tarif BBM bersubsidi sejak 3 September 2022 lalu.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Suasana sentra oleh-oleh Puncak Bogor di Rest Area Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (25/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Sentra oleh-oleh di Rest Area Cibogo Puncak Bogor ramai diserbu wisatawan akhir pekan ini, Minggu (25/9/2022).

Namun keramaian wisatawan yang membeli oleh-oleh Puncak ini rupanya dirasakan berkurang oleh para pedagang.

Penjual oleh-oleh mengaku mengalami penurunan omzet pasca kenaikan tarif BBM bersubsidi sejak 3 September 2022 lalu.

Seperti yang dirasakan salah satu penjual oleh-oleh, Mira (44), ramainya wisatawan yang mampir di sentra oleh-oleh berkurang dibandingkan saat sebelum kenaikan Harga BBM.

"Pas kenaikan BBM itu, agak kurang pembeli, pas bulan ini September," kata Mira kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (25/9/2022).

Mira mengaku bahwa keramaian pembeli oleh-oleh berkurang sekitar 15 - 20 persen.

Padahal ramainya pembeli oleh-oleh seperti saat sebelum kenaikan BBM sangat dia andalkan dalam usahanya pasca penjualan anjlok di masa pandemi Covid-19 lalu.

"Pas abis pandemi alhamdulillah, sekarang pas baru BBM naik, segini gak terlalu rame," kata Mira.

Selain kunjungan wisatawan ke tempat sentra oleh-oleh berkurang, kata dia, kenaikan BBM juga membuat harga beberapa oleh-oleh yang dijual ikut naik namun kenaikannya tak signifikan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved