Soroti Wacana Anies Baswedan Soal Pulau G, Nelayan Muara Angke Beri Respon Negatif, Ini Alasannya

Wacana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal Pulau G akan menjadi permukiman menimbulkan banyak respon negatif.

Kompas.com
Wacana yang dilontarkan Anies Baswedan soal Pulau G yang akan dijadikan permukiman jadi sorotan para nelayan hinna beri respons negatif. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya menyebut soal wacana Pulau G sebagai zona ambang yang diarahkan untuk kepentingan publik.

Diketahui, wacana penggunaan Pulau G untuk permukiman dan diperluas itu ternyata mendatangkan berbagai respons negatif dari kalangan nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pasalnya, posisi Pulau G yang berada tak jauh dari pintu keluar masuk kapal-kapal nelayan dari Pelabuhan Muara Angke ke laut lepas tersebut dianggap akan mengganggu jika dijadikan permukiman atau diperluas.

Selain itu menurut nelayan hal itu akan mengganggu habitat ikan dan mengganggu akses kapal nelayan.

Maryadi (47) salah seorang nelayan mengaku keberatan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.

Menurut Maryadi, para nelayan setiap hari harus melintasi area Pulau G untuk dapat menuju ke lautan lepas.

Baca juga: Sosok Terduga Pelaku Kasus Subang, Ditangkap di Muara Angke, Ini Posisinya Saat di TKP Pembunuhan

Aktivitas nelayan katanya akan terganggu jika area tersebut diperluas dan dijadikan permukiman.

Selain itu, Pulau G juga dipenuhi oleh sampah-sampah yang terbawa air dari pesisir Utara Jakarta.

"Saya kalau berangkat itu lewatin karena dia di jalanan depan pintu Dermaga Muara Angke. Sama limbahnya banyak nyangkut di situ Jadi ganggu nelayan," kata Maryadi, Sabtu (24/9/2022).

"Iya lagi banyak limbahnya aku di Pulau itu makanya nelayan kecil kalau di situ agak susah," katanya.

Hal yang menjadi persoalan bagi Maryadi dan para nelayan di Dermaga Muara Angke, jika reklamasi Pulau G diperluas jalan kapal-kapal akan tertutup.

Belum lagi, katanya limbah yang dihasilkan dari para penduduk Pulau G akan mengusir habitat ikan-ikan di lautan sekitar.

"Kalau dari nelayan terganggu aja kalau Pulang G dijadikan tempat tinggal karena lewat-lewat nya kan susah terus ikannya juga jadi susah. Kalau dijadikan pemukiman kan Nanti airnya keruh ikannya bakal pada mati," ungkapnya.

Sebelumnya, melalui Pergub DKI Nomor 31 Tahun 2022 tentang tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Provinsi DKI Jakarta, Pulau G ditetapkan sebagai pemukiman.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza membenarkan kebijakan penetapan Pulau G sebagai pemukiman tersebut.

"Pulau G sudah disampaikan oleh pak Gubernur nanti ke depan akan ditetapkan sebagai kawasan zona ambang yaitu pulau tersebut nantinya akan diarahkan menjadi kawasan permukiman," kata Ariza, Sabtu siang.

Baca juga: Kecelakaan Kapal di Muara Angke, Ini Kronologinya Hingga AKB Dikabarkan Hilang

Menurut Ariza, kondisi Pulau G saat ini belum terisi oleh bangunan. Namun, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan nya dengan baik

"Baik kita perlu jaga kebersihan, kerapian, fungsional, tata ruangnya dengan lingkungan yang hijau, lingkungan yang bersih dan sehat," pungkasnya.

Sumber : WartaKotaLive.com

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved