Bertarung Sejam dengan Mahluk Mematikan, Kelompok Ini Bikin Warga Sentul Bogor Bebas dari Ketakutan

Seekor ular membuat warga Desa Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menjadi geger.

Istimewa
Ular sanca kembang sepanjang empat meter dengan berat 7 kilogram berhasil dievakuasi oleh petugas Damkar Kabupaten Bogor hingga dibuat kesulitan, karena ular tersebut berada di bawah kontainer di kawasan Babakan Madang, Bogor, Senin (26/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Warga Desa sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kemunculan hewan melata yang bersembunyi di bawah kontainer.

Hewan melata tersebut adalah ular jenis Sanca Kembang atau Malayopython reticulatus.

Dengan kemunculan ular sanca kembang itu, warga yang juga selaku Ketua RW 03 Desa Sentul langsung melaporkannya kepada petugas Pemadam kebakaran Kabupaten Bogor.

Komandan Regu 2 Rescue Dampak Mako Cibinong, Muhamad Ridwan mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan tersebut dari ketua RW setempat atas nama Bapak Engkos pada pukul 09.40 WIB.

"Lokasi kejadiannya di Jalan Sentul Citeureup, RW 03 Desa sentul, Kecamatan Babakan Madang," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (26/9/2022).

Mulanya, kronologis kejadian tersebut, saat salah satu warga hendak melakukan aktivitasnya, para pekerja yang berada di lokasi tidak sengaja melihat adanya seekor ular berjenis sanca kembang.

Saat itu, ular sanca kembang tersebut berada di bawah kontainer, yang di mana ular itu diperkirakan sepanjang empat meter.

Karena kaget dan melihat ukuran hewan melata tersebut cukup besar, sehingga ketua RW setempat melaporkannya ke petugas Damkar Kabupaten Bogor untuk dilakukan penanganan.

Dalam penanganannya, evakuasi ular sanca kembang itupun cukup lama, hingga petugas Damkar memerlukan waktu selama satu jam, yang dimulai dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Bahkan, dengan kurun waktu tersebut, petugas Damkar Kabupaten Bogor pun dibuat kesulitan untuk mengevakuasi ular sanca kembang ini.

Muhamad Ridwan mengungkapkan bahwa kesulitannya karena posisi ular saat itu berada di bawah kontainer.

"Dengan ruang yang cukup sempit sehingga untuk kontainer perlu didongkrak, berat ularnya kurang lebih tujuh kilogram, ular berhasil dievakuasi oleh petugas," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved