Curhatan Teman Tuli Kota Bogor, Kerap Dipandang Sebelah Mata dalam Dunia Pendidikan

Ketua DPC Organisasi Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Bogor, Novita Pangestika, berharap ada kesetaraan di pendidikan.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Novita Pangestika salah seorang teman tuli di Kota Bogor yang menyebutkan kerap kali dianggap sebelah mata dalam dunia pendidikan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Mencari keseteraan penyandang tuli dengan manusia normal pada umumnya memang sedikit sulit.

Keseteraan dalam menjalani kehidupan ini memang kerap kali diperjuangkan oleh teman-tenan tuli.

Namu, dalam perjalanannya, ternyata untuk mendapat kesetaan itu perlu dibutuhkan tenaga ekstra untuk menjalaninya.

Masih banyak yang tetap memandang tingkat kesetaraan itu sesuatu yang biasa sehingga teman-teman tuli hanya dipandang sebelah mata saja.

Banyak juga yang memandang teman-teman tuli tidak bisa melakukan apapun.

Hal itu, dirasakan oleh teman tuli asal Bogor sekaligus juga Ketua DPC Organisasi Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Bogor, Novita Pangestika.

Dirinya kerap kali merasa kesulitan untuk mencari keseteraan dalam berkehidupan terutama di bidang pendidikan.

"Pengalaman saya SD SLB dan SMP SLB di Kota Bogor. Tapi, di SMP pelajarannya sama aja kaya SD. 4+4 belajarnya. Tidak meningkat," kata Novita menggunakan bahasa isyarat kepada TribunnewsBogor.com dan diterjemahkan oleh JBI.

Dirinya pun merasa didiskreditkan saat SMP.

Sebab, kata Novita, dirinya melihat teman-teman sebayanya yang normal diajarkan semua hal yang memang sesuai kurikulum SMP.

"Lihat yang umum bukunya beda. Terus pelajarannya pun memang pelajaran SMP. Diajarkan rumus-rumus. Kok kita engga," sambungnya.

Akhirnya, saking ingin berkembangnya, Novita memutuskan untuk meneruskan SMA nya ke SMA umum bahkan kuliah umum.

"Akhirnya SMA saya umum dan kuliah saya juga umum. Walaupun memang ada kesulitan," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved