Curhatan Teman Tuli Kota Bogor, Kerap Dipandang Sebelah Mata dalam Dunia Pendidikan

Ketua DPC Organisasi Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Bogor, Novita Pangestika, berharap ada kesetaraan di pendidikan.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Novita Pangestika salah seorang teman tuli di Kota Bogor yang menyebutkan kerap kali dianggap sebelah mata dalam dunia pendidikan. 

Hal itu diakui oleh Novita tidak hanya terjadi kepada dirinya saja.

Teman-teman tuli sebayanya pun merasakan hal yang sama di akses pendidikan.

"Teman yang lain juga sama merasakan hal yang sama di bidang pendidikan," tambahnya.

Padahal, teman-teman tuli dirasa Novita bisa melakukan hal yang sama dengan masyarakat yang normal pada umumnya.

"Kita tidak bodoh. Jadi, ada stigma yang masih mengatakan kita bodoh sehingga dalam akses pendidikan aja seperti itu. Cuman, kita hanya sulit berkomunikasi saja," tambahnya.

Meski begitu, Novita dan teman-teman tuli lainnya layak untuk mendapat kesetaraan terus disuarakan.

Hal itu terbukti, berbagai acara untuk memutus stigma buruk itu terus dilakukan oleh teman-teman tuli yang berasal dari Kota Bogor.

Pesan-pesan yang harus terus digaungkan kepada masyarakat umum bahwa teman-teman tuli memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam berkehidupan di masyarakat.

"Peringatan ini yang kedua kali (Hari Bahasa Isyarat Internasional). Terakhir tahun 2019. Saat ini diikuti oleh ratusan masyarakat umum. Tidak hanya tuli. Saya berharapnya masyarakat tidak takut untuk berkomunikasi dengan kami (teman-teman tuli)," ungkapnya.

"Sekaligus juga kita bertukar ilmu. Jadi, sama-sama bermanfaat," imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved