Nyaris Meregang Nyawa, Pengamen Ditusuk Pakai Pedang Khas Jepang, Motif Pelaku Masih Misteri

Sosok pedagang tega menusuk seorang pengamen menggunakan pedang khas Jepang dan motifnya masih menjadi misteri.

Tribuntimur/Lily
Ilustrasi ditusuk - Seorang pengamen ditusuk pedang Jepang oleh sosok pedagang yang motifnya masih misteri. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang pengamen hampir meregang nyawa usai mendadak ditusuk oleh seorang pedagang di Kota Bengkulu pada Jumat (23/9/2022) kemarin.

Pelaku penusukan menggunakan samurai tersebut berinisial JE (36) warga Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu

Kejadian tersebut bermula saat korban sedang duduk bersama dengan temannya di salah satu warung yang ada di area Pasar Minggu Kota Bengkulu

Namun, pelaku yang datang tiba-tiba langsung memukul dan menusuk korban menggunakan samurai dibagian dada hingga korban bersimbah darah. 

Dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com, kejadian itu pun membuat heboh para pedagang yang ada di lokasi kejadian yang sedang mempersiapkan dagangannya. 

Pelaku pun segera kabur setelah melakukan penusukan tersebut.

Baca juga: Dulu Pengamen Kini Gaul Bareng Artis, Bonge Citayam Melongo Disawer Mama Rieta, Nominalnya Fantastis

Baca juga: Kronologi Pengantin Ditusuk Tamu Undangan saat Resepsi, Korban Sampai Pingsan, Ini Sosok Pelaku

Sedangkan korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan adanya tindakan penganiayaan di Pasar Minggu pun langsung mendatangi lokasi dan mengidentifikasi identitas pelaku. 

"Setelah kita melakukan penyelidikan, kita mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada di area Pasar Minggu Kota Bengkulu, dan langsung kita lakukan penangkapan," ujar Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, Sabtu (24/9/2022). 

Saat ini pelaku masih mendekam di Mapolres Bengkulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Hingga saat ini, kita masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku melakukan penusukan terhadap korban," ujar Malau.

Sumber : Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved