Rayakan 5 Tahun Panda di Indonesia, Taman Safari Inseminasi Buatan Cai Tao dan Hu Chun

Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang mengungkapkan, kedua Panda yang diberi nama Cai Tao dan Hu Chun

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Dua panda yang ada di Taman Safari di Inseminasi buatan agar menghasilkan keturunan (26/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor terus berupaya melakukan kembang biak terdahap dua koleksi Giant Panda yang dimiliki.

Dalam perayaan lima tahun kerjasama konservasi Giant Panda di Taman Safari Indonesia ini dihadiri juga oleh Jenderal TNI (Purn) A M Hendropriyono, KLHK yang diwakili oleh Direktur KKHSGH, Ditjen KSDAE, Indra Explotasia, Plt Bupati Bogor yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar).

Selain itu, turut hadir juga Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Lu Kang dan beberapa tamu undangan lainnya.

Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang mengungkapkan, kedua Panda yang diberi nama Cai Tao dan Hu Chun sejak tiga tahun belakang sudah dilakukan upaya perkawinan alami.

Namun selama itu pula masih belum berhasil, Jansen Manansang menjelaskan, karakter Panda cukup sulit untuk dikembang biakkan.

Hal tersebut dikarenakan dalam setahun panda hanya satu kali melakukan perkawinan.

"Namun disitu ada kesulitan setaun cuma 1 kali, dan cuma beberapa jam, untuk pembentukan hormon sampe birahi tinggi, itu meski teliti dan hati-hati sekali," ujarnya.

Karena mengalami kesulitan, pihaknya harus memanggil tim ahli untuk mensukseskan perkawinan hewan buas tersebut.

Kini, setelah dirasa perkawinan alami tersebut cukup sulit, TSI bekerja sama dengan para ahli langsung dari negri tirai bambu.

"Kami perlu tim ahli dari Tiongkok, lalu bekerja sama juga dengan Singapore zoo yang mempunyai teknis membius daripada panda ini, bekerja sama juga dengan Washington untuk hormon pembentukannya, dan juga dengan dokter-dokter dari indonesia, dan IPB," terangnya.

Dengan dilakukannya Inseminasi buatan ini, Jansen Manansang berharap hewan menggemaskan yang ada di Taman Safari Indonesia ini mampu menghasilkan keturunan.

"Tentu kita harapkan dalam beberapa waktu ini bisa berhasil, karena kita bisa liat dari microscope itu sudah masuk spermanya 2 biji," ungkapnya.

Disamping itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Lu Kang mengatakan, pemilihan Indonesia sebagai negara ke-16 konservasi Giant Panda menurutnya mudah beradaptasi dengan Indonesia.

"Pemerintah tiongkok sudah bekerja sama dengan negara-negara lain, tapi di Indonesia memiliki fasilitas yang bagus, panda disini mudah beradaptasi dengan bambu yang ada di Indonesia, di negara lain harus memakan bambu yang diekspor dari China," katanya.

Dengan Inseminasi buatan yang dilakukan, dirinya pun berharap Cai Tao dan Hu Chun segera memiliki keturunan.

"Saya berharap kerja sama dibidang konservasi bisa melakukannya lebih baik dan sukses, dan membawa kebahagiaan kepada masyarakat terutama anak-anak di Indonesia," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved