Arus Kendaraan di Simpang Bubulak Pagi Ini Padat, Kualitas Udaranya Termasuk Kategori Sedang

Arus lalu lintas di Simpang Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (27/9/2022) terpantau padat pagi ini.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Arus lalu lintas yang cukup padat terjadi di Simpang Bubulak pagi ini dan kualitas udara langsung menembus kategori sedang, Selasa (27/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Arus lalu lintas di Simpang Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (27/9/2022) terpantau padat pagi ini.

Pantauan TribunnewsBogor.com, sekitar pukul 08.30 WIB, kepadatan itu terjadi dari arah Dramaga, Kabupaten Bogor menuju Jalan KH Abdullah Bin Nuh.

Kepadatan ini pun ditambah oleh kendaraan yang melaju dari arah Cifor dan Situ Gede.

Terlihat, kendaraan yang berada di Simpang Bubulak ini saling menunggu giliran untuk melintas ke Kota Bogor maupun arah Dramaga.

Kepadatan kendaraan ini pun membuat indek udara pada pagi hari ini langsung menembus kategori sedang.

Pasalnya, partikel debu yang ditiupkan angin akibat adanya kendaraan terlihat cukup signifikan.

Kendaraan yang melaju pun membuat partikel debu yang ditiupkan angin cukup terlihat.

Diketahui memang, partikel debu dan gas Karbon Monoksida (CO) pada asap kendaraan secara fluktuatif berpengaruh terhadap kualitas udara yang terjadi.

Berdasarkan data pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per hari Selasa (27/9/2022) saat ini indek udara mencapai angka Pm2.5 sebesar 65.

Dalam indikator pencemaran udara kondisi udara disebut baik ketika indikator PM2.5 berada diangka 0-50 dan kualitas sedang 51-100 sedangkan kualitas tisak sehat berada pada angka 101-200 dan indikator berbahaya ada pada angka 201 keatas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Deni Wismanto mengatakan setiap hari pihaknya selalu memantau kualitas udara dari alat yang dipasang oleh KLHK.

Menurunya sejauh ini indikator kualitas udara Pm2.5 di Kota Bogor dalam kondisi sedang yang masih bisa diterima oleh kesehatan masyarakat.

Namun pihaknya juga selalu mengingatkan petugas di DLH agar bergeeak cepat melakukan analisa dan suveri lokasi ketika dindikator kualitad udara naik.

"Kalau yang lain lain seperti SO, CO dan lainnya itu baik. Yang sering naik yang ini particulat 2.5 (PM2.5) dan PM10 itu fluktuatif. Jadi ketika ada aktivitas manusia yang menyebabkan debu itu langsung ditangkap oleh alat ini dan parameternya langsung naik," katanya.

Biasanya kondisi kenaikan parameter kualutas udara itu disebabkan karena dampak dari aktivitas pembangunan dan pembakaran sampah serta asap kendaraan.

"Pernah sewaktu-waktu poisisnya tinggi terus kita cek ternyata ada masyarakat yang membakar sampah alam sekala besar dan menyebabkan polusi udara," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved