Gelisah Kasus Pemerkosaan Dihentikan, Wanita Cantik Nekat Surati Kabareskrim Polri, Begini Responnya

Wanita cantik yang menjadi salah satu korban pemerkosaan WNA asal China gelisah lantaran kasusnya diberhentikan, hingga nekat surati Kabareskrim Polri

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rudapaksa terhadap gadis - Korban pemerkosaan WNA Asal China ini nekat surati Kabareskrim Polri pada Senin (26/9/2022) lantaran kasus yang menimpanya itu diberhentikan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM --  Mabes Polri didatangi sosok wanita cantik yang menanyakan perkembangan kasus dirinya pada Senin (26/9/2022) kemarin.

Wanita berinisial L itu tampak galau lantaran penyidik Polda Metro Jaya diduga seolah tak menanggapi kasus berat yang dialaminya.

Diketahui, L menjadi korban pemerkosaan dari seorang pria berinisial K yakni warga negara asing (WNA) asal China.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari WartaKotaLive.com, untuk memperkuat laporannya, L sudah memberikan berbagai bukti yang dimintakan penyidik.

Tapi ternyata itu semua tak cukup, hingga akhirnya kasus terhenti ‘sejenak’.

Dalam keadaan galau, L akhirnya memberanikan diri menyurati Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, terkait kasusnya yang dihentikan Polda Metro Jaya.

Baca juga: Tersangka Pemerkosaan Tewas di Sel, Polisi Bantah Keroyok, Sebut Korban Berkelahi Antar Tahanan

Padahal, sebelumnya L mendapat informasi jika kasus tersebut statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Saya menyurati Kabareskrim Polri juga, yang sekarang ada di Karowassidik, jadi kita semua jalankan secara paralel, dari sisi kepolisiannya juga kita menyurati, bersurat ke Mabes Polri dan sekarang ada di Karowassidik," kata L kepada Tribunnews.com.

Dia mempertanyakan kasus tersebut dihentikan pihak kepolisian. Padahal, terlapor sendiri belum pernah dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, L menyebut bukti-bukti soal adanya dugaan pemerkosaan sudah lengkap dan diserahkan kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya.

"Intinya isi surat itu kita menyatakan adanya kasus ini, kita laporin di Polda tapi sebelumnya kita berpekara di Polres Jakarta Barat yang memang tidak dibuatkan laporan, sempat mandek di sana, kemudian jalan karena saya push, kemudian di situ saya mendapatkan intimidasi di situ saya jelasin, kemudian dipersulit juga," ucapnya.

"Sampai akhirnya dipaksa damai, ada buktinya diancam, saya ada buktinya semua," sambungnya.

Selain itu, L juga menggugat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kembali memeriksa hasil gelar perkara hingga kasusnya dihentikan oleh jajaran  Polda Metro Jaya.

Adapun gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 678/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved