IPB University

IPB OSIS Fest, Sumur Inspirasi untuk Calon Mahasiswa IPB University

Di IPB OSIS Fest Rektor IPB University, Prof Arif Satria membahas tentang leadership dan pentingnya memiliki jiwa pembelajar.

Editor: Tsaniyah Faidah
IPB University
IPB OSIS Fest merupakan sebuah kegiatan yang ditujukan bagi para ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di seluruh Indonesia guna mendapatkan pelatihan pengembangan softskill. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB OSIS Fest merupakan sebuah kegiatan yang ditujukan bagi para ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di seluruh Indonesia guna mendapatkan pelatihan pengembangan softskill.

Webinar IPB OSIS Fest dihadiri oleh Rektor IPB University, Prof Arif Satria dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
 
Membahas tentang leadership, Prof Arif Satria menjelaskan tentang pentingnya memiliki jiwa pembelajar.

Ia mengutip perkataan Albert Einstein yang mengungkapkan bahwa “Once you stop learning, you start dying”.
 
“Selain itu, hal lainnya yang dibutuhkan dalam memimpin adalah mindset. Study terhadap anak usia 15 tahun di 72 negara di dunia menunjukkan bahwa mindset itu seperti motivasi dan kepercayaan diri,” sebutnya.
 
Ia menyebutkan, mindset terbagi menjadi dua, yaitu fixed mindset dan growth mindset.

Bahayanya apabila memiliki fixed mindset ketika berpikir bahwa dirinya tidak akan bisa sukses, selalu memiliki kekurangan dan tidak mampu membangun kekuatan. Maka yang dibutuhkan ialah growth mindset yang terus berpikir untuk terus berkembang.
 
“Leadership itu berbicara tentang pengaruh (leader is about influence), jika pemimpin tidak punya pengaruh maka dia hanya dikatakan sekedar punya jabatan. Indikator memberikan pengaruh tersebut terkait dengan kontribusi pengetahuan, sehingga siapapun yang duduk atau jalan bersamanya maka akan mendapatkan hal baik tentang cara pandangnya,” jelasnya.
 
Prof Arif melanjutkan, alat ukur seseorang hebat itu bukan tergantung ia bekerja di perusahaan mana, melainkan apa yang dapat dikontribusikan ketika di desa/lapang.

Orang yang hidupnya seperti ini maka ia mampu memberikan inspirasi.
 
“Adapun bentuk manfaatnya itu dapat sustainable (berkelanjutan) yang dimulai dari revolusi mental. Revolusi mental disertai dengan harapan besar yang terukur dan adanya strategic skill, semuanya didukung dengan adanya eksekusi,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya memulai pemaparannya dengan memberikan pertanyaan kepada para peserta.

“Dari mana datangnya kreativitas? Apakah ada hubungannya IQ/intelegensi dengan kreativitas?," tanya Bima Arya.
 
Menurutnya, ada hubungannya IQ/intelegensi dengan kreativitas, tapi bukan IQ yang biasa saja tidak bisa berkreativitas.

"Kreativitas adalah anak kandung dari passion dan disiplin. Otak jika tidak melakukan exercise maka tidak akan berkembang dan justru menjadi fix mindset. Maka janganlah khawatir dengan angka transkrip yang kecil. Khawatirlah jika tidak memiliki passion dan sikap disiplin,” jelasnya di hadapan seluruh peserta IPB OSIS Fest

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved