Saksi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di SMP Kota Bogor Sudah Diperiksa, Polisi Panggil Oknum Guru

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh H (70) oknum guru SMP di Kota Bogor terus berlanjut.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota yang terus lanjutkan pemeriksaan terhadap oknum guru SMP di Kota Bogor yang lakukan dugaan pelecehan seksual. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh H (70) oknum guru SMP di Kota Bogor terus berlanjut.

Kali ini, Polresta Bogor Kota akan melalukan pemeriksaan terhadap oknum guru tersebut pada hari ini Selasa (27/9/2022).

"Direncanakan hari ini untuk meminta keterangan," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto kepada wartawan. 

Sejauh ini, menurut Kompol Dhoni Erwanto, dalam laporan kasus dugaan pelecehan seksual itu, pihaknya sudah meminta keterangan dari enam orang saksi.

Keenam orang saksi ini diketahui berasal dari keluarga dan teman-teman korban.

"Kita sudah datangi ke sana, saat ini 6 orang saksi akan diperiksa," ungkapnya.

Sebelumnya, S (15) Pelajar SMK asal Kota Bogor itu diduga mengalami kejadian pelecehan seksual yang dilakukan mantan gurunya, H (70) saat melakukan cap tiga jari di SMP asalnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami S (15) di SMP asalnya sudah dilaporkan kepada Polresta Bogor Kota.

S yang kini duduk di bangku sekolah kelas 1 SMK melaporkan mantan gurunya di SMP berinisial H (70) atas dugaan pelecehan seksual yang menimpanya.

Laporan polisi dengan nomor STBL/B/1072/IX/SPKT/ Polresta Bogor Kota/Jawa Barat dibuat oleh keluarga S yang didampingi oleh kuasa hukum pada Kamis (22/9/2022).

"Maksud tujuan kita ke Polresta Bogor kota itu dalam rangka untuk melakukan aduan atau laporan kepolisian atas adanya dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Kuasa Hukum Anggi Triana Ismail saat dijumpai di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis malam.

Pria yang juga sebagai Direktur Eksekutif  Sembilan Bintang and Partner ini menambahan, laporan yang dibuat oleh keluarga S dibuat agar kasus ini segera ditangani.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah diterima dengan baik oleh kepolisian resort Kota Bogor khusus nya unit PPA. Dengan gerak cepat kita di respon," ungkapnya.

Namun, ketika disinggung soal kliennya baru melaporkan, Anggi membeberkan bahwa butuh spare waktu agar S memberikan keterangannya.

Sebab, kondisi psikologis S cukup terganggu akibat kejadian yang menimpanya.

"Peristiwa ini di lakukan pada hari Jumat 26 Agustus 2022. Memang di sini ada jangka waktu, dikarenakan memang anak ini sudah kena psikologi nya. Pasalnya, anak ini masih di bawah umur, psikologi nya belum kuat. Pada akhirnya dia kasih sper waktu untuk menguatkan dirinya menyampaikan hal ini," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved