Pergeseran Tanah di Bogor

BPBD Kabupaten Bogor : Korban Pergeseran Tanah di Bojong Koneng Perlu Tempat Tinggal

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan bahwa di hari ke 14 bencana pergerakan tanah ini

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko meminta warga yang terdampak pergeseran tanah di Babakan Madang Bogor untuk mendapatkan kontrakan pada Minggu ini, Rabu (28/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Empat belas hari sudah berlalu bencana pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, akhirnya para penduduk yang terdampak diminta untuk mencari tempat tinggal baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan bahwa di hari ke 14 bencana pergerakan tanah ini, tanggap darurat tahap pertama sudah selesai dan akan dilanjut pada tahap kedua.

"Tentunya ditahap kedua ini memberikan kesempatan kepada rekan-rekan PUPR untuk berkegiatan di Desa Bojong Koneng ini, untuk DPKPP ini untuk realisasi kegiatan rekontruksi rumah," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (28/9/2022).

Artinya, kata Aris Nurjatmiko pihak DPKPP akan melakukan penguatan struktur rumah yang kerusakan ringan, sedang dan rusak berat.

Selain itu, target utamanya saat ini, para pengungsi yang terdampak pergeseran tanah diusahakan sudah mendapatkan kontrakan seluruhnya pada minggu ini. 

"Jadi sekitar 23 kepala keluarga ini kita usahakan minggu ini sudah mendapatkan kontrakan, sehingga pekan depan tenda pengungsi sudah tidak ada disini," jelasnya. 

Menurutnya, Pemerintahan Kabupaten Bogor nantinya akan terfokus kepada penyelesaian dan pengerasan jalan yang terdampak. 

Untuk saat ini di hri ke-14 di lokasi bencana sudah memasuki tahap signifikan, dari progresnya selama 14 hari ke belakang. 

Aris Nurjatmiko mengungkapkan bahwa total pengungsi yang tercatat saat ini ada 24 KK, yang di mana sebagiannya adabyang mengungsi ke rumah saudaranya. 

"Lalu ada vila di dekat sini yang mau menampung, jadi yang ada di tenda pengungsian sekitar ada 14 pengungsi 14 KK kalau kita jumlahkan seluruhnya sekitar 50 jiwa, itupun kalau menjelang malam hari, kalau siang seperti ini sekitar 10," paparnya. 

Dari banyaknya pengungsi di tenda pengungsian, kata Aris Nurjatmiko angkanya sudah mulai berkurang dari sebelumnya. 

"Jadi kontrakan ini memang sangat diperlukan, jadi targenya itu minggu ini pada pengungsi sudah ada di kontrakannya masing-masing," pungkasnya. 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved