Susur Sungai dan Bincang 'Ciliwung Milik Kita', Dedie Rachim: Jaga Sungai Bentuk Karakter Bangsa

Acara Susur Sungai dan Bincang Santai - Ciliwung Milik Kita dalam rangka menjelang Hari Jadi Tribunnewsbogor.com Bogor di Delta 15 Villa Bogor Indah

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Acara Susur Sungai dan Bincang Santai - Ciliwung Milik Kita dalam rangka menjelang Hari Jadi Tribunnewsbogor.com Bogor di Delta 15 Villa Bogor Indah (VBI) 3, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyatakan, salah satu cara untuk membangun karakter bangsa bisa dimulai dari sungai.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Susur Sungai dan Bincang Santai - Ciliwung Milik Kita dalam rangka menjelang Hari Jadi Tribunnewsbogor.com Bogor di Delta 15 Villa Bogor Indah (VBI) 3, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (28/9/2022).

Digital Konten General Manager Tribun Network, Yulis Sulistyawan hadir sebagai perwakilan pihak Tribunnews.com.

Apa yang disampaikan Dedie tidak terlepas dari pengalamannya saat mengunjungi Korea Selatan sebelum menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor.

Kepada semua yang hadir, salah satu yang dijelaskan Dedie adalah kondisi Korea Selatan yang mendapat predikat negara paling miskin di Asia pada tahun 1972 di era Presiden Park Chung Hee dengan kondisi sungai yang kotor, diantaranya sungai hangang dan dongdaemun di Korea Selatan.

Satu langkah bersejarah yang dilakukan Korea Selatan adalah membersihkan sungai hingga menjadi sungai yang airnya bersih dan jernih untuk mendukungnya menjadi negara pertama di Asia yang berhasil menyelenggarakan Olimpiade.

“Kondisi sungai hangang tahun 70-an sama dengan kondisi sungai ciliwung saat ini.

Merubah mental dan perilaku rakyat menjadi hal yang penting hingga membawa kebangkitan secara nasional dan sekarang Korea Selatan luat biasa dahsyat.

Kita bisa belajar dari Korea bagaimana menghargai dan menjaga sungai atau alam, jika kita menghargai atau menjaga alam, maka alam akan menghargai dan menjaga kita,” paparnya.

Selain itu, diperlukan sosialisasi yang masif untuk terus mengajak masyarakat sadar agar tidak membuang sampah ke sungai, selain memberikan penjelasan bahwa sungai adalah sumber kehidupan.

Dirinya menyadari tidak mudah untuk mengendalikan, mengelola dan menjaga sungai di Bogor jika dilakukan hanya satu pihak.

Untuk itu dibutuhkan kolaborasi dan kontribusi semua pihak untuk melakukannya dan itu menjadi PR terbesar untuk semua daerah yang dilintasi sungai ciliwung.

“Jangan sampai 'Tangan Tuhan' turun untuk mengurus Sungai Ciliwung seperti bencana yang terjadi di Pakistan,” ungkapnya.

Acara Susur Sungai dan Bincang Santai - Ciliwung Milik Kita dalam rangka menjelang Hari Jadi Tribunnewsbogor.com Bogor di Delta 15 Villa Bogor Indah (VBI) 3, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (28/9/2022).
Acara Susur Sungai dan Bincang Santai - Ciliwung Milik Kita dalam rangka menjelang Hari Jadi Tribunnewsbogor.com Bogor di Delta 15 Villa Bogor Indah (VBI) 3, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (28/9/2022). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Sejak 2015 Pemkot Bogor kata Dedie, menggagas program Ciliwung Bersih.

13 kelurahan yang dilalui Sungai Ciliwung dibangun septictank komunal dan program penanganan sampah agar warga tidak membuangnya ke sungai.

"Program yang dilakukan mulai memberikan dampak walaupun belum terlalu signifikan, tetapi penyadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai mulai terlihat," sebutnya.

Dalam kegiatan tersebut Dedie didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Deni Wismanto dan Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan dan Kepala Bidang IKP Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Abdul Manan Tampubolon.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved