Pergeseran Tanah di Bogor

Tak Semua Tanah di Bojong Koneng Bogor Bergeser, DPKPP Tegaskan Takkan Ada Relokasi

Kepala Dinas DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, tak semua tanah di Bojong Koneng bergeser.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Ajat Rochmat Jatnika saat meninjau lokasi pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor (16/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Korban pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tidak akan direlokasi.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, tidak semua tanah di wilayah tersebut mengalami pergeseran tanah.

"Hanya sebagian saja yang ada alur pergerakan tanah, itu bisa ditreatment, sehingga pilihannya kami bisa melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya kepada wartawan.

Dirinya mengungkapkan, dampak dari pergeseran tanah tersebut sedikitnya 73 rumah mengalami kerusakan.

"Yang rehabilitas itu kaya misal gentengnya rusak gitu, ada 63 rumah, kalau yang rekontruksi itu dibangun lagi, karena ada 10 rumah dari pendataan kami itu tidak bisa ditempati sehingga harus dibangun ulang," terangnya.

Total anggaran yang harus di gelontorkan untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak, kata Ajat Rochmat Jatnika, yakni mencapai Rp 938 juta.

"Yang sifatnya rekonstruksi itu diperkirakan Rp 50 juta per rumah, kemudian dapet sewa selama 3 bulan, perbulannya 500 ribu, kalau yang rehab itu bervariatif," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved