IPB University

Manfaatkan Dana Hibah, LPPM IPB University Dorong Peneliti Terlibat pada Penelitian SATREPS FY 2023

Di antara banyaknya sumber dana penelitian, angka terbesar masih berasal dari skema dari Mendikbud-Ristek.

Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala LPPM, Dr Ernan Rustiadi menyatakan dukungannya kepada seluruh peneliti IPB University untuk terlibat dalam berbagai skema dana hibah penelitian. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University belum lama ini mengadakan Sosialisasi Program Penelitian “Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development” (Satreps) Fiscal Year (FY) 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong IPB University sebagai perguruan tinggi yang kompetitif dalam persaingan mendapatkan hibah dana penelitian.
 
Kepala LPPM, Dr Ernan Rustiadi menyatakan dukungannya kepada seluruh peneliti IPB University untuk terlibat dalam berbagai skema dana hibah penelitian.

Ia mengaku, LPPM selaku lembaga yang bertanggung jawab penuh pada seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian, telah berupaya untuk mencari dukungan fasilitas penelitian dari berbagai sumber.
 
“Di antara banyaknya sumber dana penelitian, angka terbesar masih berasal dari skema dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek). Maka dari itu kita harus selalu tetap aktif mencari dana hibah. Dan harapannya peneliti dapat menjalankan penelitian dari berbagai skema dengan optimal, termasuk skema dari luar negeri,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, program penelitian Satreps merupakan penelitian kerjasama luar negeri dengan pemerintah Jepang sejak tahun 2008.

Kerjasama antara pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia selanjutnya dipusatkan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Tujuannya untuk memfasilitasi para peneliti dalam mengirimkan proposal penelitian yang kemudian akan diseleksi oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
 
Acara ini menghadirkan Prof Srihadi Agungpriyono, Dosen IPB University yang pernah menerima dana hibah Satreps pada tahun 2015. 

Prof Srihadi menyatakan bahwa kesempatan hibah ini dibuka secara langsung oleh Pemerintah Jepang untuk menjalin kerjasama dalam hal penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penerima program, salah satunya adalah Pemerintah Indonesia.

Menurutnya, Pemerintah Jepang memberikan fasilitas riset yang berhubungan dengan isu-isu global pada empat bidang. Yakni Environment and Energy, Bioresources, Disaster Prevention dan Mitigation Infectious Diseases Control. Keempat bidang tersebut sangat beririsan dengan program Global Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB University Prof Sugeng Heri Suseno mengatakan peneliti yang berhasil lolos dalam seleksi program penelitian Satreps FY 2023 otomatis berkontribusi dalam mendorong peningkatan pada pemeringkatan IPB University secara umum.

"Program penelitian Satreps FY 2023 membuka kesempatan bagi dosen dan peneliti IPB University untuk berjejaring dengan Negara Jepang melalui penelitian," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved