'Mereka Datang Sendiri' Cerita Ayah Sejuta Anak yang Tinggal Serumah Bareng 10 Ibu Hamil Tanpa Suami

SH dan para ibu hamil ini tinggal satu rumah selama jabang bayi yang ada di dalam kandungan perempuan tersebut belum dilahirkan.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Kolase Tribun Bogor/Naufal Fauzy/istimewa
Pengakuan Ayah Sejuta Anak yang tinggal serumah bareng para wanita hamil tanpa suami di Bogor 

"Kan saya buat konten daripada anak itu dibuang atau aborsi, lebih baik anak itu saya biayaain sampai lahiran dan anak itu di panti juga aman," kata SH.

Ditampung Hanya Sampai Persalinan  

Para ibu hamil yang ditampung di Yayasan Ayah Sejuta Anak dibawah naungan SH rupanya hanya sampai sang ibu tersebut melahirkan.

AM, Adik kandung dari Tersangka SH menceritakan, ibu hamil yang ingin dibantu ditampung di rumah penampungan di Ciseeng sampai persalinan.

Kemudian, sang bayi dititipkan ke panti di Tangerang Selatan.

"Sebenarnya SH di sini tujuannya sampai persalinan aja, setelah persalinan anaknya dititipkan ke panti, setelah itu pulang," kata AM saat ditemui TribunnewsBogor.com di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan bahwa kakaknya itu juga hanya berniat membantu para ibu hamil yang bemasalah seperti yang tak ada biaya, hamil tanpa suami dan yang lainnya.

Penampakan rumah penampungan ibu hamil milik Tersangka SH, sosok 'Ayah Sejuta Anak' yang terjerat kasus perdagangan bayi di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Penampakan rumah penampungan ibu hamil milik Tersangka SH, sosok 'Ayah Sejuta Anak' yang terjerat kasus perdagangan bayi di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Bahkan Tersangka SH yang berprofesi di bidang properti ini pun, diakui AM, sudah banyak menghabiskan uang pribadinya sampau menjual kendaraan miliknya untuk membantu para ibu hamil yang kurang beruntung.

"Kemarin ada satu ibu hamil dia lahiran di kosan, dia ngontak, abang saya nyamperin ke sana, anaknya langsung diserahin dan gak mau tahu apa-apa lagi. Kalau niat mau dijual, bisa aja tuh dijual, tapi abang saya enggak, dibawa ke panti sama si ibunya," kata AM.

Kemudian yang menjadi permasalahan, kata dia, adalah soal uang Rp 15 juta yang disebut Polisi sebagai tarif perdagangan satu bayi.

Dia menjelaskan bahwa dari semua ibu hamil yang ditampung SH dari rata-rata sang bayi dititipkan ke panti, namun ada satu ibu hamil yang berubah pikiran dan ingin langsung mengadopsikan bayinya.

Kata AM, wanita tersebut mengadopsikan bayinya sendiri menggunakan atas nama Tersangka SH.

Kemudian setelah diadopsikan pihak orang tua angkat penerima adopsi bayi itu berinisiatif memberikan uang Rp 15 Juta sebagai bentuk terimakasih.

"Yang Rp 15 juta itu bener adanya, si yang mengadopsi itu ngasih uang dan itu inisiatif mereka sendiri," kata AM.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved