IPB University

IPB University Gelar CIO Talk, Undang Profesor Berpengaruh di Bidang Kecerdasan Buatan

Profesor ini telah mendaftarkan 8 paten, mendapatkan 22 hak cipta dan menerbitkan 10 buku ajar yang semuanya berkaitan dengan bidang Artificial

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University menggelar CIO Talk yang mengangkat tema “Mengkreasi Algoritma Optimasi Mematahkan Kutukan Dimensi”. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Computational Intelligence and Optimization (CIO) Talk.

CIO Talk kali ini mengangkat tema “Mengkreasi Algoritma Optimasi Mematahkan Kutukan Dimensi”.

Pembicara yang hadir adalah Prof Suyanto, Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dari Telkom University.

Ia memiliki h-index Scopus 14.  Namanya masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh yang diterbitkan Stanford University dan Elsevier BV, bulan Oktober 2021.

Selain itu, Prof Suyanto telah mendaftarkan 8 paten, mendapatkan 22 hak cipta dan menerbitkan 10 buku ajar yang semuanya berkaitan dengan bidang Artificial Intelligence.

Dalam kesempatan ini, Prof Suyanto menceritakan bahwa dalam setahun ia sudah membaca lebih dari 18.000 jurnal ilmiah.

Menelusuri hampir semua bentuk algoritma sehingga merasa cukup percaya diri dapat menciptakan algoritma baru.

Ia telah menyusun berbagai teori sejak usianya 14 tahun berkat belajar terkait teori peluang dari guru matematikanya.

Memandang kekacauan sebagai sebuah keteraturan. Ia menilai hampir seluruh permasalahan di dunia sebagai sebuah keteraturan yang tersembunyi.

“Bila kita bisa memahaminya dengan benar, maka kita bisa mempelajari kebetulan-kebetulan itu menjadi sebuah kepastian,” katanya.

Dalam menciptakan algoritma, katanya, penting untuk menemukan novelty.

Dua hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan novelty ini adalah mengisi kepala dengan pengetahuan sebanyak mungkin. Mengosongkan perasaan dari rasa paling pintar dan paling benar.

“Ketika sudah bisa menemukan novelty, kita dapat mudah menemukan solusi dari berbagai hal, termasuk hal yang dianggap remeh,” imbuhnya.

Ia telah mendesain algoritma dan menjadi terobosan besar di dunia AI karena dapat memecahkan ribuan dimensi, melompat jauh dari algoritma yang pernah ada.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved