Insiden Arema vs Persebaya

Usai Insiden di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil Minta Sepakbola Indonesia Dievaluasi Total

Ridwan Kamil mengatakan harus ada evaluasi besar-besaran terhadap sepakbola Indonesia, agar tragedi di Stadion Kanjuruhan tak terulang kembali.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengucapkan bela sungkawa atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (18/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan tanggapannya terkait insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu malam (1/10/2022).

Pertama-tama Ridwan Kamil mengucapkan rasa bela sungkawanya atas apa yang terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya berakhir dengan kericuhan yang sangat mengerikan.

Bagaimana tidak, 127 nyawa melayang hanya karena ketidak dewasaan oknum supporter yang tidak terima tim kebanggannya kalah yang berujung ribuan orang terkena imbasnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan menjadi seorang suporter harus memiliki sifat yang bijaksana.

Mana kala tim kebanggaanya kalah harus tetap didukung melalui doa, tidak seharusnya melampiaskan kekalahan dengan cara yang akhirnya merugikan orang lain.

"Sesuatu yang sangat tidak kita banggakan, oleh karena itu saya turut berduka cita atas nama pribadi atas nama penggemar bola atas nama pemerintah Provinsi Jawa barat," ujarnya saat peresmian dan penandatanganan prasasti jembatan rawayan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Minggu (2/10/2022).

Kang Emil juga mengatakan harus ada evaluasi besar-besaran terhadap sepakbola Indonesia, agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Evaluasi total, mengingat tujuan berolahraga itu kan untuk Bergembira bahwa klub klub bola berbagai warna diberbagai daerah fanatisme itu silakan saja, tapi jangan melebihi olahraga sendiri," katanya.

Salah satunya yang harus dievaluasi kata Kang Emil adalah persoalan jam tayang yang terlalu malam.

"Kadang-kadang pengamanan kan agak repot, mudah-mudahan jangan selalu dipaksakan karena rating tv," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved