Anies Baswedan Hadir di Acara Festival, Pengunjung Sempat Kecewa Gara-gara Ini: Presiden Saya Tuh!

Saat berlangsungnya festival, pengunjung sempat merasa kecewa. Kekecewaan ini datang ketika Anies Baswedan sedang berbicara dengan pembawa acara.

Editor: Tsaniyah Faidah
Instagram @aniesbaswedan
Kekecewaan ini datang ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang berbicara dengan pembawa acara saat berjalan di atas karpet merah menuju panggung. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara Festival Kolaborasi Jakarta di Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (02/10/2022) malam.

Selain dihadiri Anies Baswedan, festival semalam juga dihadiri Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria.

Festival dimeriahkan dengan pertujukan musik dari sejumlah penyanyi Indonesia mulai dari Kahitna, Budi Doremi, Krontjong Toegoe, dan Axl Ramanda.

Namun, di tengah-tengah berlangsungnya acara, pengunjung sempat merasa kecewa.

Ke kecewaan ini datang ketika Anies Baswedan sedang berbicara dengan pembawa acara saat berjalan di atas karpet merah menuju panggung.

Rupanya, saat itu, mikrofon yang digunakan Anies Baswedan sempat mati.

Dilansir dari kompas.com, Anies Baswedan hanya menggerak-gerakan bibirnya tanpa ada suara yang bisa didengar oleh pengunjung di sana.

Alhasil, kejadian ini membuat pengunjung merasa kecewa, lantaran suara Anies Baswedan tak bisa mereka dengar.

Saat penonton bersorak meluapkan ke kecewaan, ada satu ucapan dari salah satu pengunjung yang menuai sorotan.

Pengunjung itu menyebut Anies Baswedan sebagai presidennya.

“Mikrofon presiden saya mati tuh," teriak salah satu pengunjung.

Baca juga: Soroti Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, PDIP Singgung Sisa Jabatan Gubernur Dijadikan Pencitraan

Momen insiden mikrofon mati itu berlangsung selama kurang lebih empat menit.

Saat mikrofon kembali bersuara, percakapan Anies Baswedan dengan pembawa acara sudah selesai.

Diketahui acara Festival Kolaborasi Jakarta diadakan di area Museum Fatahillah, yang berada di Kawasan Kota Tua.

Acara itu mengusung konsep “Jelajah Ruang Waktu” yang menunjukan sejarah pembangunan di DKI Jakarta sejak lima tahun terakhir.

Festival ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

(Tribunners/Nabila Marsha Andini)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved