Insiden Arema Vs Persebaya

Bukan ke Ukraina dan Rusia, Pelatih Manchester City Minta Dunia Beri Perhatian ke Indonesia

Kekalahan dari Persebaya Surabaya itu rupanya merusak rekor 23 tahun Arema FC yang tak pernah kalah di kandang saat bermain menghadapi The Green Force

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola saat berbicara mengenai insiden yang terjadi di Kanjuruhan Malang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebanyak 125 orang meninggal dunia usai menyaksikan laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 pekan ke-11.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022), Persebaya Surabaya yang bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor 2-3.

Kekalahan dari Persebaya Surabaya itu rupanya merusak rekor 23 tahun Arema FC yang tak pernah kalah di kandang saat bermain menghadapi The Green Force.

Kekalahan itu diduga menjadi penyebab Aremania kecewa hingga mencoba merangsek masuk ke dalam lapangan.

Baca juga: Rekannya Ikut Jadi Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Aremania Bogor : Diinjak-Injak

Tak hanya di Indonesia, pencinta sepakbola di dunia juga menyorot insiden yang terjadi di Malang tersebut.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengatakan bahwa tragedi yang menewaskan 125 orang tersebut mengerikan dan gila.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan Menyisakan Duka, Elemen Supporter di Kota Bogor Doa Bersama dan Salat Gaib

Ia menyebut publik harusnya tak lagi memberi perhatian untuk Rusia dan Ukraina, melainkan Indonesia.

“Mengerikan, benar-benar mengerikan. Gila,” ujar Pep Guardiola, Minggu (2/10/2022).

“Sepertinya Ukraina tidak ada lagi atau Rusia tidak ada lagi. Perhatian Anda harus beralih ke Indonesia. Pikiran terbaik untuk keluarga dan segalanya,” lanjutnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved