Tempuh Jarak 670 Km, Get Plastik Bawa Mesin Pengolah Solar ke Kantor Tribunnews Bogor

Sebuah terobosan baru yang dibuat oleh sejumlah pemuda pemudi dari berbagai daerah di Indonesia membuat olahan sampah plastik yang dijadikan manfaat.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Mesin Priolisis seberat 700 kilogram didatangkan dari Madiun, Jawa Timur ke kantor Tribunnews Bogor, yang di mana mesin tersebut dapat mengolah sampah plastik menjadi BBM, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Sebuah terobosan baru yang dibuat oleh sejumlah pemuda pemudi dari berbagai daerah di Indonesia membuat olahan sampah plastik yang dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi khalayak.

Siapa sangka, sampah plastik tersebut akan diolah menjadi sebuah BBM jenis Solar dengan menggunakan proses jenis Priolisis, yang di mana itu menjadi nama mesin tersebut.

Bahkan, dengan inovasinya yang terbilang luar biasa ini, mesin yang digunakannya untuk mengolah sampah plastik tersebut tidak diperjual belikan, melainkan buatan tangan sendiri.

Dalam kesempatan ini, TribunnewsBogor.com berkesempatan untuk melihat langsung mesin tersebut hingga cara pengolahan sampah plastik sampai menjadi Solar.

Mesin tersebut didatangkan langsung dari Madiun, Jawa Timur, ke kantor Tribunnews Bogor, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, yang di mana sudah menempuh jarak sekitar 670 kilometer.

Dalam pembuatannya, mesin ini memiliki beberapa komponen untuk pengoperasian, diantaranya tabung pembakaran, kompor, pipa penyulingan, pendinginan hingga kelistrikan.

Teknisi Kelistrikan mesin Priolisis, Takim mengatakan bahwa mesin Priolisis ini merupakan mesin generasi ke-13.

"Yang sudah ada kelistrikannya ini dari generasi ke-12 dan yang ini, saya juga belajarnya dari awal dari dasar, soalnya bisa listrik cuma kelistrikan rendah," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (3/10/2022).

Pada mesin Priolisis ini nantinya terdapat dua pemanggangan, yang di mana menggunakan daya listrik tersebut dan menggunakan kompor yang memakai gas elpiji.

"Kalo beratnya ini mesin Priolisis kira-kira sampai 700 kilogram, pas naikin ke mobil aja harus pake alat berat," jelasnya.

Selain itu, Priolisis ini juga dioperasikan oleh para penggiat lingkungan yang berpusat di Badung, Bali, yang bernama Get (Gerakan Tarik) Plastik.

Bahkan, mesin Priolisis ini juga tersebar dibeberapa pulau di Indonesia, diantaranya di Lombok, NTB dan di Pulau Pramuka, Jakarta.

Di Pulau Pramuka sendiri mesin ini diolah oleh Yayasan Rumah Literasi Hijau.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved