IPB University

Keunggulan Cabai Rawit Merah Bonita IPB University, Varietas Non Hibrida Setara Hibrida

Keunggulan Bonita IPB diungkapkan salah satu petani mitra. Salah satunya agak tahan terhadap virus keriting kuning sehingga masih berbuah lebat.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University meluncurkan salah satu varietas unggul cabai rawit merah bernama Bonita IPB. Cabai rawit merah Bonita IPB merupakan varietas non hibrida namun mempunyai produktivitas setara hibrida. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB University meluncurkan salah satu varietas unggul cabai rawit merah bernama Bonita IPB.

Cabai rawit merah Bonita IPB merupakan varietas non hibrida namun mempunyai produktivitas setara hibrida.

Tim peneliti Bonita IPB diketuai Prof M Syukur dan beranggotakan Prof Sobir, Dr Awang Maharijaya, Dr Arya Widura Ritonga, Undang, SP, MSi, Sulassih, SP, MSi, MR Alfarabi Istiqlal, SP, MSi, Abdul Hakim, SP, MSi.

Mereka adalah para dosen/peneliti di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University dan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University.

Prof M Syukur mengatakan, perakitan varietas unggul cabai rawit Bonita IPB dilakukan mulai tahun 2013, yang diarahkan kepada peningkatan produktivitas.  

"Keunggulan Bonita IPB adalah produktivitas per tanaman mencapai 13-15 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 20 ton/ha atau 1,1 kg/tanaman. Jumlah buah per tanaman mencapai 325 buah dan umur mulai panen adalah 85-90 Hari Setelah Tanam (HST). Tingkat kepedasannya relatif tinggi, dengan kandungan capsaicinnya berkisar 50.000-75.000 Scoville Heat Unit (SHU),” terangnya.

Ia menjelaskan, tetua betina yang digunakan adalah cabai rawit IPB C295, merupakan donor ukuran buah panjang dan beradaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi.

Tetua jantan adalah cabai rawit IPB C285, merupakan donor jumlah buah banyak.

“Persilangan keduanya menghasilkan cabai rawit Bonita IPB berdaya hasil tinggi melalui peningkatan jumlah buah dan beradaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi,” ujarnya.

Sebagai salah satu komoditas unggulan hortikultura Indonesia, cabai rawit merah (Capsicum frutescens L.) sering kali menjadi isu nasional, karena harganya sangat berfluktuasi. Harganya bahkan dapat mencapai Rp 200.000/kg.

Hal ini disebabkan karena lebih dari 60 persen konsumsi cabai dalam keadaan segar.

“Konsumsi cabai segar mengharuskan produk ini harus tersedia setiap saat dalam keadaan segar dan tidak bisa disimpan lama. Untuk itu diperlukan manajemen dan teknologi budidaya yang baik. Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi budidaya cabai rawit yang sangat penting,” sebutnya.

Keunggulan Bonita IPB lainnya diungkapkan salah satu petani mitra. Berdasarkan testimoni petani cabai di Temanggung, Bonita IPB terkategori agak tahan terhadap virus keriting kuning. Meskipun terserang virus keriting, Bonita IPB masih tetap berbuah lebat.

Varietas Bonita IPB dilepas pada tahun 2021 dengan Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas dengan Nomor 343/Kpts/SR.130/D/IV/2021.

Produksi benih dan pemasaran Bonita IPB bekerjasama dengan CV Jogja Horti Lestari, PT Botani Seed dan CV Benih Dramaga. Saat ini benih Bonita IPB telah tersebar ke seluruh Indonesia melalui e-commerce.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved