Talshow Ciliwung Milik Kita

Ciliwung Milik Kita Sambut HUT ke-7 TribunnewsBogor, Bima Arya Komitmen Kurangi Sampah Plastik

Dalam upaya melakukan naturalisasi Ciliwung sejak dulu sebelum dirinya menjabat, Kota Bogor sudah memiliki pondasi yang berawal dari gerakan Komunitas

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber dalam talkshow Berjuta Karya Untuk Bangsa menyambut HUT ke-7 TribunnewsBogor.com dengan tema Ciliwung Milik Kita di Kantor TribunnewsBogor.com, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber dalam talkshow Berjuta Karya Untuk Bangsa menyambut HUT ke-7 TribunnewsBogor.com dengan tema Ciliwung Milik Kita di Kantor TribunnewsBogor.com, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (4/10/2022).

Dalam talkshow yang dipandu General Manager Content Tribunnews sebagai moderator yang juga dihadiri oleh narasumber dari Kasubdit tata laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Solihin Sidik, Idham Arsyad mewakili GAPMMI dan Relawan Komunitas Peduli Ciliwung Suparno Jumar.

Bima Arya memaparkan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengurangi sampah plastik agar tidak mencemari sungai.

Dalam upaya melakukan naturalisasi Ciliwung sejak dulu sebelum dirinya menjabat, Kota Bogor sudah memiliki pondasi yang berawal dari gerakan Komunitas Peduli Ciliwung.

Dari langkah awal komunitas itu, kemudian Bima Arya membuat kebijakan yang melembaga atau lebih permanen dalam upaya melakukan naturalisasi Ciliwung.

"Kemudian kita buat namanya Satgas Ciliwung itu ditahun 2018, ini tahun-tahun yang sangat penting. Setelah itu kita pastikan anggaran dari APBD kami alokasikan khusus untuk memonitor itu.

Untuk memastikan bahwa ada langkah-langkah yang sustainable continue yang dilakukan bukan hanya untuk penertiban, tapi juga untuk sosialisasi dan edukasi, karena ada persoalan sampah plastik disitu," tegasnya.

Bima Arya menyebutkan, salah satu persoalan banjir di Jakarta adalah karena penanganan dari hulu Sungai Ciliwung hingga ke wilayah hilir di Jakarta tidak terintegrasi.

Di Kota Bogor saat air Ciliwung meluap, maka akan banyak timbunan sampah baik di Jembatan Situ Duit maupun di Kampung Bebek yang kemungkinan besar terbawa dari kawasan hulu di Kabupaten Bogor.

"Makanya Kota Bogor berusaha untuk melakukan upaya sosialisasi dan edukasi dan termasuk juga untuk mengintegrasikan ini.

Kita juga mempelajari langkah-langkah yang dilakukan, seperti melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di ritel atau pun pasar modern," katanya.

Kebijakan larangan kantong plastik sekali pakai di ritel atau pasar modern berdampak pada pengurangan sampah plastik.

Berdasarkan data timbunan sampah berkurang hingga 1,5 persen atau setara dengan 1,2 ton.

Selain kebijakan pengurangan plastik sekali pakai, Upaya Naturalisasi Ciliwung dengan pembentukan Satgas pun berdampak baik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved